oleh

Mengenal Lebih Dekat Viktor Laiskodat

Viktor Bungtilu Laiskodat, lahir di Oenesu-Kupang, 17 Februari 1965 sebagai anak bungsu pasangan Lazarus Laiskodat (Alm) dan Orpha Laiskodat Kase (84). Viktor kecil beranjak remaja dalam asuhan keluarga sederhana, sebagai anak ke 6 dia sempat mengenyam studi di SD Batakte Kupang, SMPN 1 Kupang, dan tamat SMA PGRI Kupang tahun 1985.

Viktor muda memilih merantau ke Jakarta tahun 1992, hanya bermodalkan uang 50.000 rupiah dan meminjam sepatu dari seorang sahabatnya dia naik kapal hewan dari pelabuhan Tenau Kupang, mengarungi laut Sawu menuju tanah Jawa.

Kerasnya ibu kota yang lebih kejam dari ibu tiri turut menempah dirinya. Viktor pernah bekerja sebagai pemulung mendorong gerobak sampah, security di sejumlah tempat di ibu kota, dia juga sempat menjadi penagih hutang atau debt collector.

Karena kegigihannya, Viktor akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang, mampu menaklukan kerasnya hidup di Jakarta.

Dia menamatkan studi S1 di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jakarta tahun 2000 dan S2 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga tahun 2017.

Viktor Laiskodat menikah dengan seorang gadis berparas cantik, tinggi semampai lulusan Business University If Texas Arlington, USA Amerika, Julie Sutrisno.

Viktor dan Julie dikaruniai 3 (tiga) orang putera, Leonard Lazaro Laiskodat, Vito Valentino Laiskodat dan Franco Kudang Laiskodat.

Singkatan nama ketiga anaknya dijadikan nama butik Tenun NTT “LeViCo” yang dikelola istrinya di Jakarta, melalui wadah ini sudah turut mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) di kancah internasional, mempromosikan tenun NTT ke tingkat internasional di New York Fashion Week 2017 dan sebentar lagi di akhir Pebruari 2018 akan menghadiri Paris Fashion Week.

Viktor bersama istri aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Victory yang didirikannya pada tahun 2004 dan LeViCo. Melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat, berbagi kasih dengan anak panti asuhan, pembinaan dan pengembangan serta promosi tenun NTT dan gerakan literasi melalui taman baca LeViCo.

Viktor Laiskodat terpilih menjadi anggota DPRRI periode 2004-2009 dari Partai Golkar dan periode 2014-2019 dari Partai NasDem, Daerah Pemilihan NTT II (Timor-Sumba-Rote-Sabu).

Hasil Pemilu Legislatif 2014 menghantar dia jadi Ketua Fraksi Partai NasDem DPRRI dan berada di Komisi I yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika.

Viktor Laiskodat dikenal sebagai pribadi yang lugas dalam perkataan dan tegas dalam bersikap. Namanya tidaklah asing, terutama diantara politisi di Senayan.

Dia juga sebagai salah satu inisiator pembentukan Ormas Nasional Demokrat (NasDem) dan ikut mendirikan partai NasDem pada tahun 2011, yang mengusung tagline Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.

Dirasakan idealismenya menemukan muara dalam gagasan politik yang diusung Partai NasDem.

Posisi ini turut menggugah nuraninya untuk kembali ikut kontestasi Pilgub NTT 2018 dengan mengusung spirit “Kita Bangkit Kita Sejahtera”. Viktor Bungtilu Laiskodat berpasangan dengan politisi senior Partai Golkar, Josef Adreanus Nae Soi.

Menjelang akhir tahun 2017, kedua tokoh politik Nasional asal NTT ini dipercaya partai NasDem, Golkar, Hanura dan PPP untuk ikut kontestasi Pilkada Gubernur NTT 2018.

Viktor dan Josef bersepakat mengambil nama sandi pasangan calon Victory-Joss, dengan tagline “Kita Bangkit Kita Sejahtera”.

Mereka lolos pencalonan dan ditetapkan KPU NTT sebagai pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, dengan nomor urut pasangan calon nomor 4 (empat).

Viktor dan Josef mengusung visi, “NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Mereka memilih 5 (lima) misi perjuangan, yakni: pertama; Mewujudkan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera berlandaskan pendekatan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan (inclusive and sustainable development).

Kedua; Meningkatkan Pembangunan Pariwisata dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat. Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (New Tourism Teritory).

Ketiga; Meningkatkan ketersediaan dan kualitas Infrastruktur di NTT. Keempat; Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, dan Kelima; Mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Viktor dan Josef sudah berkeliling ke seluruh pelosok Flobamoratas, menjumpai masyarakat pemilih, mengajak dan memohon restu untuk merealisasikan visi NTT bangkit menuju sejahtera. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru