oleh

Anastasia Watu Jadi Korban Hipnotis

RADARNTT, Bajawa – Diduga penipuan bermodus hipnotis, uang 720.000 rupiah milik Anastasia Watu (64) pengusaha kios di desa Ratogesa, kecamatan Golewa kabupaten Ngada NTT raib dibawa orang tak dikenal, kerjadian naas ini terjadi pada 18 Mei 2018.

Mendengar informasi dari masyarakat, awak media berupaya menemui korban di rumahnya di Jalan Gas Bumi, desa Ratogesa, Kamis, (31/5/2018).

Menurut penuturan korban, Anastasia Watu, pada tanggal 18 Mei 2018 sekitar pukul 14.20, ia sedang menanam bunga di halaman rumah di samping kios miliknya.

Ia melihat pelaku datang dari arah barat, langsung parkir motor di depan rumah. “Dia sempat berdiri sekitar 5 menit, mungkin dia sedang melihat situasi sekitar lokasi, namun saya pikir dia sedang mencari rumah kepala desa”, tutur Anastasia.

Mungkin merasa situasi aman, pelaku berjalan menuju jendela kios dan mengatakan dia sebagai teman Don, anak Anastasia Watu yang saat itu sedang berangkat kerja di salah satu koperasi.

Pelaku mengatakan anaknya meminta uang untuk belanja rokok di toko dan dijual kembali di kiosnya. Korban tidak menaruh curiga, ia percaya karena mengaku teman anaknya.

Korban langsung mengambil uang dan nota yang sudah disiapkan sebelumnya oleh suami untuk belanja.

Ketika korban sedang menghitung uang, pelaku masuk ke dalam kios dan saat uang 720.000 rupiah diberikan ke pelaku, dia masih meminta korban untuk mengambil semua uang hasil usaha kios, namun hal itu diprotes korban karena masih ada banyak kebutuhan lain.

Ketika korban menanyakan posisi anaknya, pelaku hanya menjawab Don ada di bawah, tanpa menyebutkan dimana lokasinya berada.

Pelaku masih sempat memberitahu korban, “tunggu sebantar lagi saya akan bawa rokok ketika sudah belanja”, kata Anastasia mengulangi.

Korban mulai merasa curiga karena pembicaraan awal, pelaku beritahu bahwa uang akan diantar ke Don anaknya.

Setelah pelaku pergi membawa uang, korban menanyakan anaknya melalui SMS dan menceritakan kerjadian tersebut. Anaknya menjawab “dari pagi tidak ada teman yang datang untuk ketemu dengan Don di kantor”, katanya.

Anastasia baru sadar kalau dirinya ditipu oleh pelaku. Dia bergegas ke kantor desa Ratogesa melaporkan kejadian itu kepada aparat desa, agar segera memberitahukan ke seluruh masyarakat, supaya waspada dan hati-hati terhadap penipuan bermodus baru, jangan sampai ada korban lain lagi.

Anastasia mengatakan kejadian ini belum dilaporkan ke pihak berwajib, alasan ciri-ciri dan identitas pelaku tidak diketahui, karena pada saat kejadian pelaku memakai masker dan topi. Sedangkan tipe dan nomor polisi motor yang digunakan pelaku juga tidak diketahuinya.

“Saya minta media agar bisa menyebarkan kejadian ini, agar masyarakat Ngada dan sekitarnya tetap hati-hati dan waspada terhadapat orang baru, sehigga tidak ada lagi korban yang lain”, kata Anastasia Watu. (FXB/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru