oleh

BUMDes Perkuat Ekonomi Desa Lewohedo Kecamatan Solor Timur

RADARNTT, Larantuka – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha Desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes juga diatur dalam Permendesa Nomor 4 tahun 2015 yang memuat tentang pendirian, pengurusan dan pengelolaan sampai pada pembubaran BUMDes itu sendiri dan peraturan ini dijadikan pedoman bagi daerah dan Desa dalam mengaturnya.

Pengembangan BUMDes merupakan bentuk penguatan terhadap lemabaga–lembaga ekonomi desa serta merupakan pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi yang ada di desa. Data dari Kementerian Desa, tercatat sebanyak 1.022 BUMDes telah berkembang di seluruh Indonesia yang semuanya tersebar di 74 Kabupaten, 264 Kecamatan. Kepemilikan Bumdes ini sendiri paling banyak berada di Provinsi Jawa Timur dengan 287 BUMDes dan Sumatera Utara dengan 173 BUMDes.

Sedangkan untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah masih berupaya medorong 2.966 Desa penerima dana desa tahun 2017 agar segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga dapat membantu perekonomian dan meningkatkan komoditi lokal milik masyarakat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) provinsi NTT, Florianus Mekeng, saat dikonfrimasi Jumat, (19/1/2018) terkait pelaksanaan BUMDes di NTT, mengatakan semua Desa di NTT belum memiliki BUMDes, sehingga pihaknya sedang berupaya untuk terus mendorong agar desa–desa segara membentuk BUMDes dan segera direalisasikan pada tahun 2018.

“Pemerintah provinsi NTT berharap BUMDes yang sudah berkembang, mampu mengembangkan perekonomian masyarakat NTT dengan menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa”, ujar Mekeng.

Dalam kesempatan yang sama melalui konfrimasi via telepon dengan Kepala Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Andreas Dosi Kaha menyampaikan untuk desa Lewohedo telah mendapat sosialisasi dari pemerintah Kabupaten Flores Timur pada akhir Tahun 2017.

Pihaknya bersama seluruh perangkat Desa dan Pedamping Desa sudah menyusun segala hal terkait pendirian BUMDes sesuai Badan Hukum BUMDes, pengelolaan manajemennya, komoditi lokal atau potensi lokal yang siap dikelola sampai pada modal dana untuk BUMDes.

“Di Desa kami hampir sebagian masyarakat berstatus ekonomi di bawah rata–rata dan sebagian besar masyarakat bergantung hidupnya pada hasil laut dan berkebun. Oleh karena itu, BUMDes diharapkan menjadi salah satu lembaga yang akan memperkuat perekonomiaan masyarakat”, kata Andreas Dosi Kaha.

Dia juga mengatakan jika tidak ada halangan dalam beberapa bulan ke depan akan segera mendirikan BUMDes, “untuk saat ini tidak ada kendala hanya kami perlu melakukan kelengkapan–kelengkapan admintrasi dan kami juga berterima kasih dengan adanya beberapa modal dana, BUMDes kami akan terbantukan”, ujarnya.

Andreas Dosi Kaha juga menjelaskan modal BUMDes diperoleh dari Dana Desa, selain itu ada juga dari program Anggur Merah pemerintah Provinsi NTT dan Gerbong Emas milik pemerintah daerah Flores Timur.

Masyarakat Desa Lewohedo menyambut baik progam ini dan bersyukur dengan progam Presdien Jokowi yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomiaan masyarakat agar semakin baik dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, kesehatan dan pangan masyarakat.

“BUMDes di sini akan serius mengelola potensi laut yaitu perikanan tangkap dan pengembangan rumput laut, selain itu ada ubi-ubian dan kacang-kacangan sebagai potensi pertanian yang selama ini diusahakan masyarakat”, tuturnya.

Menurutnya BUMDes wajib dikembangkan ke tingkat daerah, provinsi dan nasional, karena komoditi lokal yang dimilliki berdaya saing bahkan ke internasional, “sekarang tinggal bagaimana manajemen dan pemasaran serta keterlibatan semua pihak baik pemerintah dan aparat desa untuk mampu mengelola dan mengembangkannya secara baik”, harap Dosi Kaha. (Yoan/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru