oleh

Industri Pariwisata Agenda Prioritas Pembangunan NTT

RADARNTT, Larantuka – Industri Pariwisata menjadi agenda prioritas pembangunan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadikan NTT sebagai salah satu destinasi berlibur favorit wisatawan dalam dan luar negeri akan membuat nilai investasi di industri pariwisata terus tumbuh secara signifikan.

Besarnya potensi pariwisata NTT yang sejak dulu digaung-gaungkan seharusnya terus mendorong pemerintah dan para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk segera mengambil langkah strategis bersama agar sektor ini dapat berperan maksimal mengangkat pertumbuhan ekonomi.

NTT memiliki alam yang luar biasa indah, punya atraksi budaya dan religius yang sangat dasyat, sehingga pariwisata harus menjadi prioritas utama pembangunan.

“Saat ini ada 3 miliar orang di dunia sebagai travelling atau wisatawan, yang jalan-jalan di seluruh muka bumi. Jika kita ambil 0,1 persen per tahun orang masuk NTT maka ada 3 juta orang. Rata-rata satu orang menghabiskan 10 juta rupiah maka ada 30 triliun rupiah per tahun uang masuk NTT”, kata Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pidato deklarasi pasangan calon Gubernur/Wakil Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef A. Nae Soi, di Lapangan Bola Kaki Lebao-Larantuka Kabupaten Flores Timur, Jumat, (2/2/2018).

Penyataan Viktor ini sangat beralasan, karena NTT mempunyai potensi alam yang luar biasa indah dan diakui nasional dan internasional. Ada lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu Komodo, Kelimutu, Manupeh Tanah Daru, Alor, dan Nembrala. Komodo telah diakui sebagai tujuh keajaiban dunia, Alor dengan 20 spot diving terbaik dunia, Nihiwatu menjadi resort terbaik dunia dua kali.

Menurut data Dinparekraf NTT, ada 13 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan 1146 daya tarik wisata (DTW), yang terdiri dari 557 obyek wisata alam, 476 obyek wisata budaya, 106 obyek wisata minat khusus dan 7 obyek wisata buatan.

Seluruh potensi pariwisata ini harus dikembangkan agar menarik orang datang berwisata. Saat orang berwisata tentu dia membutuhkan makan, minum, penginapan, transportasi, dan lain-lain. Kebutuhan wisatawan harus dipenuhi oleh hasil usaha pertanian, peternakan dan jasa yang disediakan oleh masyarakat agar rantai manfaat dirasakan oleh masyarakat bukan lari keluar daerah, karena pemenuhan kebutuhan diperoleh dari import.

Program strategis ini bisa dikerjakan oleh manusia yang memiliki kemampuan dan skill, untuk itu menyiapkan sumber daya manusia adalah prasyarat utama. Sehingga pada kesempatan itu, Viktor Laiskodat kembali menegaskan mengirim pemuda-pemudi tamatan SMA untuk studi keluar negeri dan kembali ke NTT untuk mengelola potensi daerah, khususnya sektor pariwisata. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru