oleh

Istri Viktor Bungtilu Laiskodat Berbagi Kasih di Panti Asuhan Eugene Schmitz Lewoleba-Lembata

RADARNTT, Lewoleba – Setelah hampir sejam menempuh penerbangan dari Bandar Udara El Tari dalam suasana hujan deras yang terus mengguyur sejak keberangkatan, akhirnya dia kembali pijakan kaki di tanah Nusa Lomblen-Lembata, Minggu, (21/1/2018) sekitar jam 1 siang.

Isteri Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan langsung bergegas menuju Panti Asuhan Eugene Schmitz, Yayasan Pondok Kasih Indah Lewoleba di Jalan Trans Lembata Kecamatan Nubatukan.

Pada kesempatan ini, si pegiat butik tenun NTT Levico ibu Julie S. Laiskodat berbagi kasih dengan penghuni panti asuhan yang berjumlah 47 orang, terdiri dari 21 laki-laki dan 26 perempuan.

Istri Calon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberi sejumlah dukungan materil untuk menambah kebutuhan operasional panti asuhan, taman baca dan permainan edukatif bagi anak-anak yang rata-rata usia 8 bulan sampai 18 tahun yang berstatus anak yatim-piatu.

“Saya berbagi berkat karena mau menjadi saluran berkat buat sesama, terutama bagi saudara-saudari kita yang sangat membutuhkan dukungan dan uluran tangan sesama”, ujar Julie Laiskodat.

Dia juga menjanjikan tahun ajaran baru nanti akan memberi beasiswa kepada satu orang terpilih untuk kuliah, “kita sesuaikan dengan keinginan siswa yang bersangkutan dia mau kulaihnya di mana, bisa di Kupang atau di Jawa. Untuk itu, dia yang dipilih nanti harus memiliki prestasi yang terbaik”, pungkasnya.

Menurut penuturan salah satu pengelola panti asuhan Silvester Butun, panti asuhan ini dikelola secara mandiri tidak ada donatur tetap, sejarah awal berdirinya panti asuhan ini bermula dari seorang ibu bernama Regina yang punya kepedulian untuk menampung anak-anak yatim-piatu, bahkan ada anak-anak yang dia pilih di pasar, karena si ibu ini kesehariannya berjualan di pasar.

“Anak-anak yang ditampung hampir 80 persen adalah anak-anak tanpa ayah, tidak jelas siapa ayah yang bertanggungjawab atas kelahiran anak-anak itu”, kata Silvester Butun.

Di panti asuhan ini juga menampung ibu-ibu korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Bagi kami kunjungan ibu Laiskodat adalah wujud kepedulian sesama kepada anak-anak di panti asuhan ini, kami sangat mengapresiasi kunjungan siapun kesini”, kata Silvester Butun.

Kunjungan yang dilakukan ibu Julie Laiskodat perlu diambil makna positifnya, “karena kami sebagai warga panti selalu terbuka kepada siapapun yang punya niat dan ketulusan hati mengunjungi dan hal ini terpancar dari hati ibu Julie Laiskodat yang tulus dan peduli terhadap anak-anak disini”, pungkasnya. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru