oleh

Kunjungi Kelompok Tenun Nagalimang, Ini Pesan Istri Viktor Laiskodat

RADARNTT, Maumere – Ibu-ibu Penenun NTT harus menjadi pengusaha tenun jangan cuma jadi penenun, pengusaha tidak harus untung besar dalam sekali produksi, biar untung kecil tapi berkelanjutan dan tetap menjaga kualitas.

Demikian pesan istri Viktor Bungtilu Laiskodat kepada ibu-ibu penenun saat berkunjung ke kelompok tenun “Kembang Sutra” di RT. 011/RW. 004 Kelurahan Nagalimang Kecamatan Alok Kabupaten Sikka-Flores, Selasa, (23/1/2018).

Ibu tiga anak pemilik Butik Levico Jakarta ini mengatakan tujuan Levico Butik Tenun adalah untuk mempromosi tenun ikat NTT, yang sangat kaya motif dan beraneka ragam nilai budaya. Kegiatan promosi tenun NTT sudah dia lakukan ke tingkat manca negara di Amerika Serikat, Inggris dan sebentar lagi akan ke Paris.

Sehingga dia memotivasi ibu-ibu untuk terus menenun bahkan harus diajarkan atau diwariskan kepada yang muda-muda, “karena jika tidak dilestarikan oleh generasi berikutnya maka suatu saat semua hanya tinggal kenangan dan cerita bahwa kita pernah punya tenun yang bagus”, kata Julie Laiskodat.

Menurutnya, tenun adalah budaya yang diwariskan leluhur dan mengandung nilai historis yang sangat luar biasa, sehingga perlu dilestarikan agar tidak punah dimakan jaman.

Dia juga mengajak ibu-ibu penenun untuk mulai berpikir sebagai pengusaha. Pengusaha itu, katanya, tidak harus untung besar, biar kecil tapi berkelanjutan dan terus menjaga mutu agar pembeli terpikat dan terus datang dan membeli kain tenun.

Dia bersedia mengambil sarung-sarung hasil tenun kelompok ini, tapi harga yang wajar. “Artinya tidak harus mendapatkan untung yang besar dan setelah itu orang tidak lagi datang beli karena kemahalan”, pungkas Julie Laiskodat.

Ketua Kelompok Lusia Betisia meminta pemasaran yang pasti untuk tenunan mereka, karena selama ini mereka sangat kesulitan dalam hal pemasaran dan harga yang sangat rendah.

Dia berharap dengan adanya kunjungan ibu Laiskodat bisa membuka jalan yang baik untuk pemasaran hasil tenun. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ibu Julie Laiskodat hari ini, sudah memberi motivasi kepada kami untuk tetap menenun dengan baik”, kata Lusia.

Dia juga meminta ibu Julie Laiskodat tetap memberi perhatian dan membuka pemasaran hasil tenun mereka agar mendapat nilai jual yang layak dan wajar untuk mendukung ekonomi rumah tangga ibu-ibu penenun.

Kelompok Kembang Sutra beranggotakan 60 orang ibu penenun, yang setiap harinya menggeluti usaha ini. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru