oleh

SMPK Sint Vianney Soe Juarai LCTM

RADARNTT, Kefamenanu – Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM) Tingkat SMP/MTs memasuki babak final, Rabu, (30/5/2018). Setelah melewati perlombaan yang menguras pikiran dan emosi akhirnya SMPK Sint Vianney Soe sekali lagi melalui Grup A berhasil meraih juara pertama dengan total poin 700.

Selain juara pertama, SMPK Sint Vianney juga berhasil meraih juara kedua melalui Grup B dengan raihan poin 300. Sedangkan juara ketiga diraih Grup C, perwakilan dari SMPN 1 Kefemenanu dengan poin 200, dan juara keempat ditempati Grup D perwakilan SMPN 2 Atambua dengan poin150.

Dalam sambutannya, perwakilan Guru Pendamping asal SMPK Sint Vianney Soe mengatakan bahwa kegiatan ini berjalan sangat jujur dan fair.

“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini telah memberi anak-anak kesempatan mengembangkan bakat dan minat dalam mempelajari matematika”, tuturnya.

Ditemui di sela-sela penyerahan hadiah juara, Arkianus Nahak, ketua panitia pelaksana LCTM menyampaikan bahwa LCTM ini telah membuka kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan minat belajar siswa terhadap Matematika dan kualitas belajar mereka.

“Kegiatan ini telah membuka kesempatan bagi para siswa. Karena sesungguhnya tujuan diadakannya LCTM ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di wilayah perbatasan, dan menghadirkan wadah kompetisi akademik bagi siswa-siswi SMP/MTs yang merupakan calon penerus bangsa,” ungkapnya.

Kondradus Yohanes Klau, S.Pd., M.Sc, salah satu dosen pendamping yang ikut melakukan seleksi tertulis tahap pertama LCTM di salah satu kabupaten, kepada Radar NTT.

Ia mengatakan kegiatan kali ini berbeda dari sebelumnya karena menghadirkan nuansa budaya yang merepresentasikan salah satu ilmu metematika berbasis budaya daerah, etnomatematika, juga diisi dengan pameran alat peraga matematika hasil karya para mahasiswa prodi pendidikan matematika.

“LCTM kali ini sangat berbeda, dan penuh nuansa budaya. Hal ini karena prodi pendidikan matematika telah menghadirkan etnomatematika sebagai bagian penting dalam mempelajari matematika yang berbasis budaya. Selain itu, adik-adik mahasiswa juga telah memamerkan alat peraga matematika hasil karya mereka. Ini patut kita apresiasi setinggi-tingginya,” tutup Kondrad.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari di Gedung Student Center Universitas Timor Kefamenanu, sejak hari Senin, 28 Mei 2018 hingga Rabu, 30 Mei 2018. (Baurae/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru