oleh

Victory-Joss Prioritaskan Studi ke Luar Negeri bagi 10.000 Pemuda NTT

RADARNTT, Ende – Pasangan calon gubernur dan calon wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi (Victory-Joss), menetapkan program prioritas peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mengirim 10.000 Pemuda NTT Studi ke Luar Negeri. Untuk merealisasikan program ini, tidak menggunakan anggaran dari APBD Provinsi tetapi menggunakan kemampuan lobby mereka dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri.

“Tiap tahun kita harus biayai 2.000 anak NTT untuk belajar di luar negeri. Kita tidak akan menggunakan dana sepeser pun dari APBD, tetapi ada pihak lain yang sudah siap membantu kita karena mereka tahu kondisi sumber daya manusia kita,” kata Josef Nae Soi dalam kampanye dialogisnya di Ende, Rabu, 21 Pebruari 2018.

Dia menjelaskan, program ini sudah mereka tawarkan kepada berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri dan mereka memberikan respons sangat positif dan siap membiayai anak-anak NTT yang mau bersekolah ke luar negeri.

Cawagub ini menjelaskan, tenaga-tenaga yang akan dikirim bersekolah ke luar negeri adalah tenaga-tenaga yang kita butuhkan sesuai potensi daerah ini. Misalnya tenaga profesional untuk bidang pariwisata, industri garam, perikanan dan bidang usaha lainnya.

Josef mengakui, dia bersama Viktor memiliki relasi yang sangat baik dan luas dengan berbagai pihak di dalam mapun luar negeri, sehingga tidak susah mewujudkan program ini.

“Supaya bapa mama tahu, beberapa hari lalu saya ditelpon teman-teman saya dari Australia, mereka bertanya, Josef kapan kirim anak-anak lanjutkan sekolah disini. Ini belum jadi gubernur dan wakil gubernur saja mereka sudah telepon tanya apalagi kalau sudah jadi,” katanya.

Menurut Josef, berbagai pihak di luar negeri memang memiliki program beasiswa untuk anak-anak Indonesia, dan dia bersama Viktor yang punya akses ke sana sehingga akan sangat mudah melakukan itu.

“Kami punya jaringan luas bukan hanya hidup di NTT saja. Kalau memiliki jaringan yang luas sudah pasti akan ada kemudahan untuk bisa menjalin kerjasama,” katanya.

Josef mengakui, ketika program ini mereka tawarkan ke masyarakat NTT, ada tanggapan miring dari pihak-pihak lain. Mereka tanggapi miring itu karena mereka memang tidak punya kemampuan untuk itu. Mereka menggunakan patron diri mereka untuk mengukur program Victory-Joss.

“Kita mampu lakukan itu karena itu kita sampaikan kepada masyarakat, setiap tahun kita kirim 2.000 orang sehingga dalam waktu lima tahun sudah ada 10.000 tenaga ahli di NTT untuk mengelola potensi-potensi yang sangat kaya di daerah ini demi kesejahteraan masyarakat kita,” kata Josef Nae Soi.

Dia menjelaskan, jenis studi yang ditempuh bisa studi formal, nonformal dan informal. Ada berbagai jenis studi ini, bisa menyesuaikan dengan spesifikasi kebutuhan daerah kabupaten/kota. Ada yang menempuh jenjang formal studi lanjut S1, S2, S3, dan ada yang bisa mengambil model nonformal atau informal seperti kursus dan pelatihan singkat yang memakan waktu 6 bulan sampai setahun. (Tim Media)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru