oleh

Viktor Laiskodat Tegaskan Kualitas SDM, Ketamakan Pemimpin dan Pengelolaan SDA Sebagai Syarat NTT Bangkit

RADARNTT, Maumere – Saat deklarasi pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef A. Nae Soi (Victory-Joss) di Maumere, Rabu, (31/1/2018). Viktor Laiskodat kembali menegaskan tiga hal mendasar suatu daerah dapat bangkit, yaitu kualitas sumber daya manusia, rendahnya ketamakan pemimpin dan pengelolaan sumber daya alam yang memberi rantai nilai manfaat bagi rakyat.

“Jika rakyat percaya kami pimpin NTT, maka setiap tahun 2000 anak-anak NTT akan kami kirim untuk sekolah di Rusia, Amerika, Jepang, Cina, Korea, dan negara-negara maju lainnya. Semua itu agar anak-anak kita bisa belajar dan memiliki skill yang profesional yang siap dipakai untuk mengelola sumber daya alam NTT”, tegas Viktor Laiskodat.

Setelah pulang dari luar negeri, putra-putri NTT tersebut akan ditempatkan di desa-desa untuk mengolah potensi-potensi SDA yang dimiliki. “Yang memiliki skill mengolah ikan dia olah ikan yang enak, yang bisa olah daging dia olah daging yang enak dan yang bisa olah Moke menjadi minuman yang nikmat. Jepang bisa punya Sakhe menjadi minuman internasional, mengapa kita tidak bisa olah Moke? Inilah mimpi besar kita”, imbuhnya.

Viktor mengatakan, di dunia ini ada begitu banyak negara-negara yang miskin, tapi kemudian mereka bangkit dan maju berkembang. “Hal itu bisa terjadi karena mereka bangkit melalui pendidikan putra-putri bangsanya. Provinsi NTT memiliki sumber daya alam yang lebih baik dari mereka, tapi mengapa tetap tertinggal?” Itu semua karena pemimpinnya belum sadar dan lebih mementingkan diri dan keluarga. Pemimpin tidak boleh merampok dan mengumpulkan harta hanya untuk diri dan keluarga,” tandasnya.

Berikut adalah ketamakan pemimpin, “pemimpin tidak boleh rakus dan merampok uang rakyat, kita harus menekan serendah mungkin ketamakan seorang pemimpin di daerah ini”, tegas Viktor.

Menurut Viktor Laiskodat, jangan menjadi kepala daerah lalu kekayaannya bertambah dan berlipat ganda, pemimpin harus melayani dengan hati yang tulus tanpa korupsi. “Saya bersama kakak Ose Nae Soi mendedikasikan diri untuk masyarakat NTT, menjadi gubernur bukan kebanggaan bagi kami tapi kekuasaan ini digunakan demi melayani masyarakat nusa tenggara timur”, tegasnya.

Hal terakhir yang ditegaskan Viktor Laiskodat adalah pengelolaan potensi sumber daya alam NTT, “kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, seperti di Nihiwatu sebuah resort yang dua kali menjadi terbaik di dunia tapi sayang sekali bangsa lain yang ambil, olah dan jual sedangkan kita jadi penonton”, katanya.

Dia menegaskan pengelolaan potensi sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggungjawab dan diperuntukan bagi kemakmuran rakyat. Bagi Viktor, pemimpin harus memiliki kesadaran kritis untuk mengembangkan potensi alam NTT dengan menyediakan fasilitas jalan, pelabuhan, bandara, listrik, air bersih untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata yang memberi rantai nilai bagi masyarakat.

Pemimpin daerah juga harus menjamin ketersediaan pupuk dan benih serta teknologi bagi petani agar petani terus berproduksi dan memenuhi kebutuhan sendiri dari hasil usaha sendiri. “Kita harus bisa memenuhi kebutuhan dari hasil usaha pertanian kita, dan hasil usaha tani kita juga bisa memasok kebutuhan industri pariwisata daerah ini”, ungkapnya. (Yolf/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru