oleh

DPRD Kunjungi SMPN 3 Kupang Terkait Ancaman Oknum Timses Walikota

 

Ket: Komisi IV DPRD Kota Kupang Kunjungi SMP Negeri 3 Kota Kupang

RADARNTT, Kupang — DPRD Kota Kupang melakukan kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Ibu Theodora Ewalde Taek dan Sekretaris Komisi IV Yuvensius Tukung pada Kamis (16/08/2018), terkait kasus ancaman Yulius Kadja oknum Timses Walikota terhadap Kepala Sekolah SMP 3 Kota Kupang.

Saat diwawancarai media radarntt, Theodora Ewalde selaku Wakil Ketua Komisi IV mengatakan perihal kunjungan ini.

“Kami prihatin atas kejadian ini apalagi motifnya adalah untuk mendapatkan proyek. Untuk itu kami datang dan ingin mendengarkan langsung kronologis persoalannya dan ini adalah bentuk sikap perhatian dari Komisi IV DPRD Kota Kupang atas kejadian yang dialami oleh Kepala sekolah SMP 3 Kota Kupang Soleman Mone sebagaimana diberitakan sebelumnya terkait ancaman pukul terhadap dirinya oleh oknum Yulius Radja yang mengaku sebagai timses walikota kupang,” ungkap Walde.

Kepala Sekolah SMPN 3 Kupang, Soleman Mone, mengatakan garis besar kejadian pada saat kunjungan DPRD Kota Kupang.
“Saya mau diancam pukul dalam mobil, kalau ada pisau saya dibunuh disini,“ kata Yulius Kadja (Timses Walikota).

Berulang kali Yulius datang kerumah saya untuk meminta proyek pembangunan ruangan kelas. Beliau selalu membawa mobil plat merah, sedangkan beliau bukan merupakan Aparatur Sipil Negara, terangnya.

“Pak Wakil Walikota sendiri telah datang mengunjungi saya dan meminta untuk diproses dalam hukum sambil kembali dengan tenang bertugas,” ujar Soleman.

Sementara itu diwaktu yang berbeda, Sekretaris Komisi IV Yuvensius Tukung yang juga hadir saat itu, kepada radarntt menyampaikan beberapa hal terkait kasus ini.
Saya menyampaikan apresiasi atas sikap kepala sekolah yang sangat berani. Kehadiran kami untuk memberikan apresiasi kepda pak kepala sekolah karena pak Soleman Mone Ini figur yang langkah dan jarang kita punya kepala sekolah yang memiliki karakter keberanian seperti ini.

“Hemat saya kita mesti beri penghargaan. Kita anggap ini masalah serius yang harus disikapi secara tegas. Bisa bisa ini adalah titik simpul gambaran wajah dari seluruh sekolah – sekolah yang ada di kota kupang,” pungkasnya. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru