oleh

Kepala Sekolah SD Liliba Layangkan Surat Berisi Hak Jawab Ke RadarNTT

 

Ket: Surat Berisi Hak Jawab Yang Dilayangkan Ke RadarNTT Sore Ini

RADARNTT, Kupang — Melalui kuasa hukumnya Rian Van Frits Kapitan, SH, MH Kepala Sekolah SD Inpres Liliba Rosina Menoh akhirnya mengirim dua lembar surat berisi hak jawab kepada Redaksi RadarNTT sore ini, berkaitan pemberitaan dugaan skandal dana BOS di sekolahnya, dan menurut pihaknya pemberitaan pemberitaan tersebut telah menyudutkan dirinya (Jumat, 10/8/2018).

Berikut Petikan Isi Surat Perihal Hak Jawab atas pemberitaan sporadis RadarNTT selama ini:

Pertama, Bahwa RKAS tahun 2017 telah disusun oleh Tim BOS sekolah yang beranggotakan perwakilan guru dan unsur komite sekolah dan RKAS tersebut sesuai Juknis Pengelolaan Dana BOS tahun 2017 dapat dirubah sebanyak empat (4) kali dalam satu (1) tahun anggaran disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Kedua, Bahwa penggunaan dana BOS tahun 2017 oleh SD Inpres Liliba telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan tidak ditemukan adanya penyimpangan.

Ketiga, Bahwa hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Nusa Tenggara Timur tersebut senyatanya telah sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung RI No 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan yang dalam point 6 Rumusan Hukum Kamar Pidana dinyatakan bahwa instansi yang berwenang menyatakan ada tidaknya kerugian keuangan Negara adalah Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki kewenangan konstitusional.

Keempat, Bahwa untuk pengelolaan dana BOS di Tahun 2018 oleh SD Inpres Liliba, khususnya Triwulan Satu (I) telah dilaporkan oleh Tim Managemen BOS Sekolah ke Tim Managemen BOS Kota dan telah diperiksa oleh Tim Managemen BOS Kota dan tidak ditemukan masalah/persoalan, sehingga menjadi dasar untuk mencairkan dana BOS Tahun anggaran 2018 Triwulan Dua (2) bagi SD Inpres Liliba.

Kelima, Bahwa pengelolaan dana BOS triwulan dua (2) di SD Inpres Liliba belum dipertanggungjawabkan Tim BOS sekolah ke Tim Managemen BOS Kota oleh karena bendahara dana BOS SD Inpres Liliba tahun 2018 Triwulan dua (2) tidak pernah datang untuk menemui Kepala Sekolah SD Inpres Liliba sebagai penanggungjawab Tim BOS Sekolah.

Keenam, Bahwa telah ada proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi dana BOS di SD Inpres Liliba yang sedang dalam penyelidikan di Mapolda NTT.

Ketujuh, Bahwa terkait dengan proses hukum yang sementara bergulir di Mapolda NTT tersebut, maka tetap melekat azas praduga tak bersalah (presumption of innocence) yang berarti seseorang yang diduga melakukan suatu tindak pidana harus tetap dianggap tidak bersalah, sebelum ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan bahwa ia bersalah melakukan tindak pidana tersebut, sehingga dalam hal ini saya selaku Kepala Sekolah SD Inpres Liliba harus dianggap tidak bersalah, sebelum ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang meyatakan bahwa saya bersalah melakukan suatu tindak pidana.

Kedelapan, Bahwa selanjutnya saya selaku Kepala Sekolah SD Inpres Liliba dengan ini membantah bahwa ada penyelewengan dana BOS di SD Inpres Liliba dan kalaupun ada, maka saya tidaklah terlibat dalam penyelewengan dana BOS di SD Inpres Liliba tersebut.

Kesembilan, Bahwa inilah hak jawab saya yang dijamin oleh Undang Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers jo Surat Keputusan Dewan Pers Nomor. 03/5K-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik jo Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008 tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor.03/5K-DP/III/2006 tentang Kode Jurnalistik sebagai Peraturan Dewan Pers.

Demikian hak jawab ini dibuat seperlunya dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Surat yang dilayangkan ke media RadarNTT ini ditandatangani Rosina Menoh selaku Kepala Sekolah SD Inpres Liliba dan ditandatangani pula oleh Kuasa Hukumnya Rian Van Frits Kapitan, SH, MH. (TIM REDAKSI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru