oleh

PERMASNA DAN FPPN Mengadu Ke DPRD Provinsi NTT

 

Ket: PERMASNA dan FPPN Sampaikan Aspirasi Ke Ketua DPRD Provinsi NTT

RADARNTT,Kupang — Perhimpunan Mahahasiswa Asal Nagekeo (PERMASNA-KUPANG) dan Forum Penduli Perempuan Nagekeo (FPPN-KUPANG), yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nagekeo-Kupang, mendatangi kantor DPRD Provinsi untuk melaporkan pengaduan terkait kasus kejahatan penganiayaan terhadap calon tenaga kerja yang berinisal ‘RN’ asal desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Kedatangan Aliansi Pemuda Nagekeo-Kupang diterima secara baik oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Anwar Pua Geno dan Wakil Ketua DPRD Yunus H. Takandewa serta anggota Komisi V DPRD Winston Rondo Pertemuan berlangsung di ruang Ketua DPRD Provinsi NTT, pada pukul 03-00 sore sampai selesai (Rabu, 15/08/2019).

Koordinator Aliansi Pemuda Nagekeo-Kupang, Yohanes Kare menjelaskan, kedatangannya untuk melaporkan pengaduan kasus kejahatan manusia yang menimpa calon tenaga kerja berinisal ‘RN’ asal Nagekeo dan segera mendesak KAPOLDA NTT untuk memerintahkan Kapolres Ngada untuk segera mengambil alih proses penyidikan kasus ini dan segera menetapkan status tersangka serta menahan 3 orang pelaku kejahatan masing-masing atas nama Markus Kewo, Beny Banoet dan Vero.

Lebih Lanjut, pihaknya meminta Kapolda NTT untuk segera memerintahkan Kapolres Ngada untuk mencopot Kapolsek Boawae karena dinilai lalai menjalani tugas pengawasan terhadap penyidikan kasus ini, serta meminta KOMNAS Perempuan untuk segera turun tangan mengadvokasi kasus ini.

Yohanes menambahkan, kami menilai ada tiga kasus kejahatan yang menimpa ‘RN’ yaitu kasus penganiayan, kasus pemerkosaan dan kasus human trafficking.

Kemudian Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno menanggapi dengan mengatakan, berdasarkan pengaduan dari teman-teman kami terima dan kami akan sampaikan ke Kapolda NTT untuk segera tangani kasus kejahatan yang luar biasa ini, serta meminta aparat penegak hukum harus melakan proses penyidikan secara terbuka dan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku tersebut.

Anwar menegaskan, NTT memang provinsi darurat human trafficking, maka dengan itu mari kita mendorong pihak penegak hukum, LSM dan masyarakat untuk memotong mata rantai perdagangan manusia. Harapan kami, teman-teman jangan hanya mengadvokdsi kasus Nagekeo saja, tapi coba melakan advokasi dengan daerah-daerah lain di NTT.

“Kita sangat mendukung perjuangan teman-teman semua,” pungkas pria asal Flores tersebut.

Sebelum di akhir diskusi Ketua DPRD propinsi NTT langsung menelpon Kapolda NTT untuk segera mengusut tuntas kasus kejahatan manusia asal nagekeo yang menimpa perempuan berinisial ‘RN’. (Rob/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru