oleh

Rektor Undana Dinilai Tidak Transparansi Soal Statuta Organisasi Tata Kerja BLU

  Ket: Rektor Undana Prof. Fredrik L. Benu

RADARNTT, Kupang — Pembentukan BLU Undana diduga menipu dan disorientasi dalam implementasinya. Sejumlah data membuktikan Undana belum sanggup menjadi BLU dan terkesan melakukan pungutan luar serta belum dibayarnya runemerasi semua pegawai di Undana.

Salah satu anggota Senat Undana, Prof.Dr. Dimon Sabon Ola, M.Hum saat diwawancarai via seluler pada hari Jumat( 31/08/2018) mengatakan,

“Saya ingin mengajak publik untuk melihat sendiri, kalau Undana dikatakan berkembang, kira-kira dari sisi apa, tidak ada apa-apa yang diandalkan.

Ini fakta, seharusnya yang diperhatikan oleh rektor adalah setelah BLU, Undana harus memperbaharui Statuta dan Organisasi Tata Kerja (OTK). Sampai saat ini, belum ada perubahan Statuta dan OTK, tapi sudah ada perubahan Struktur Lembaga dan pelantikan pejabat tanpa OTK Kementerian,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Senat Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M. App, Sc. Phd, saat diwawancarai via seluler oleh radarntt (Sabtu, 08/09/2018) menjabarkan,

“BLU yang belum punya struktur dewan pengawas ini, penyelenggaranya yang pasti tidak sehat secara hukum dan tidaklah kuat secara aturan pelaksanaanya. Sumber usahanya juga belum jelas, sejauh ini belum pernah ada pertemuan atau anggota senat dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait masalah yang muncul ini.”

Lebih lanjut dikatakan, mengenai rumenerasi pegawai didalam kampus itu kami sebagai anggota senat belum pernah rapat untuk membicarakan soal rumenerasi tersebut.

Mantan rektor Undana ini juga menegaskan, menyangkut dasar, besaran pembayarannya dan sistem pembayannya seperti apa karena sebagai anggota senat kami belum sama sekali melakukan pertemuan untuk hal ini dan terkesan kurang tranparansi soal informasi dan implementasi kebijakannya ini.  (YO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru