oleh

SMPN 13 Kota Kupang Lakukan Sejumlah Pembenahan

SMP Negeri 13 Berada di Kecamatan Maulafa Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Sorotan dan komentar yang bertubi tubi dari berbagai pihak terhadap Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 rupanya mendapat atensi dan sikap positif dari pihak sekolah.

Hal itu terbukti melalui surat tertulis yang ditandatangani plt. Kepsek Daprosa Dai Laga dan dikirim pihak SMPN 13 kepada redaksi radarntt bernomor : 007/SMPN.13/TU/241/2018 yang berisi sejumlah langkah pembenahan yang dilakukannya (Senin, 5/11/2018).

Adapun sejumlah pembenahan dan langkah positif yang telah dilakukan pihak SMPN 13 adalah sebagai berikut; Pertama, membagi semua barang kebutuhan Peserta Didik Baru dalam hal ini baju batik yang tertunda karena tidak sesuai corak, Kedua, Menyelesaikan Laporan Kegiatan PPDB dan mengirimkannnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Terkait dengan atribut Peserta Didik Baru (PDB) tahun pelajaran 2018/2019 yang semestinya dapat dibiayai dari dana BOS tetapi pihak sekolah tidak menganggarkan dalam RAPBS BOS Tahun Anggaran 2018 karena dana tidak cukup untuk membiayai item tersebut dan ada beberapa item yang berhubungan dengan pengembangan diri siswa yang perhatian sekolah yakni: pertama, penataan lapangan upacara, lapangan olahraga, pembuatan tempat duduk kegiatan berliterasi.,Kedua, optimalisasi seluruh kegiatan ekstra kurikuler wajib maupun pilihan.

Sementara itu berkenaan pungutan komite sebesar 60 ribu rupiah di SMPN 13 Kota Kupang didasarkan adanya ruang yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Kupang termaktub pada pasal 13 Juknis PPDB Tahun 2018 sehingga pihak sekolah membicarakan bersama ketua komite sekolah untuk selanjutnya dibahas dalam forum rapat orang tua/wali murid peserta didik baru.

Dan sesuai hasil rapat komite yang diketahui pihak sekolah adanya tambahan biaya sebesar 60 ribu rupiah untuk 3 set berbordir (bisa dicicil selama satu semester). Selain itu pihak sekolah juga berkomitmen untuk atribut Peserta Didik Baru Tahun ajaran berikutnya akan dianggarkan dalam RAPBS BOS dan tidak dibebankan lagi kepada orang tua/wali peserta didik.

Sejumlah kalangan menilai dan menyambut baik atas pembenahan yang urgen di SMPN 13 ini kendati beberapa hari lalu diberitakan bertubi tubi menyangkut sorotan kritis masyarakat namun  toh tidak menyurutkan semangat untuk menyiapkan dan membenahi lembaga pendidikan itu kearah yang lebih baik. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru