oleh

Stikes CHMK Dukung Rencana Gubernur NTT Untuk Atasi Masalah Sampah

RADARNTT, Kupang — Stikes CHMK Kupang mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggelar Bakti Sosial pada Jumat (31/08/2018) di RT 12, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.Aksi pembersihan ini diikuti oleh hampir lebih 200 mahasiswa CHMK.

Ketua Stikes CHMK, drg. Jefry Jap, M.Kes saat dikonfrimasi media radarntt terkait kegiatan ini,

Sejalan dengan gagasan dari pak Gubernur NTT terpilih yang akan memerangi masalah sampah,
“Kami STIKES CHMK mengadakan program bersihkan kota kupang dan Nusa Tenggara Timur dari sampah,” ujarnya.

Perhatian dan kepedulian baik masyarakatnya dan juga pemerintahan masih kurang, banyak sampah rumah tangga yg tidak terangkut dan memang ada petugas yg mengangkut apa lagi membersihkannya namun kekurangan tenaga, minimnya fasilitas juga.

Belum lagi etos kerja yang rendah juga sisi lain masyarakatnya juga malas tau maka lengkaplah sudah kota penuh serakan sampah dan itulah wajah kota kupang. Harapan kami NTT terkhususnya Kota Kupang musti belajar dari DKI Jakarta di eranya Gubernur Pak Ahok dengan pasukan orange nya, harusnya spt itu tambah personil, tambah fasilitas kerja dan tingkatkan pompa etos kerja.

“Kami CHMK mencoba dan terus mencoba mewujudkannya dengan pasukan biru yang meyisiri got dan sejumlah lokasi sampah dengan harapan Nusa Flobamorata dapat terselesaikan dari masalah sampah,” tegas Jefry.

Sementara itu, David Olak, Ketua BEM CHMK menyampaikan kepada media radarntt perihal kegiatan ini,

Aturan CHMK sangat ketat terutama dalam hal sampah. Kami punya Ketua Stikes sangat tegas dan keras. Siapa yang kedapatan membuang sampah, langsung ditindak saat itu juga.

Halini membuat kami mau tidak mau harus mengikuti hal tersebut. Memang awalnya berat tapi setelah beberapa waktu kami jadi terbiasa,” jelas David.

Pada kesempatan lain, Maria Caritas Mahasiswi Kebidanan Stikes CHMK menjelaskan bahwa “Ketua Stikes CHMK sangat tegas sama seperti pak Ahok. Semua yang tidak benar disikat semua. kata-katanya kadang keras dan menyakitkan. mulai dari masalah sampah, hingga disiplin semua ia tegaskan dalam aturan yang sangat keras,” ujar Maria. (Yo/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru