oleh

Bupati Mabar Hentikan Penambangan Ilegal Milik PT. Wijaya Graha Prima

Satu Kompi Pol PP Pemkab Manggarai Barat datangi Lokasi AMP milik PT. Wijaya Graha Prima

RADARNTT, Labuan Bajo – Maraknya penambangan galian C tak berizin di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT membuat Bupati geram. Hasilnya penambangan galian C dan AMP (Asphalt Mixing Plant) milik PT. Wijaya Graha Prima (WGP) langsung ditutup dan tidak diperbolehkan beroperasi.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dulla mengatakan pihaknya telah berulang kali menegur PT. WGP untuk melengkapi dokumen perizinan sebelum melakukan penambangan. Karena itu pihaknya langsung menghentikan aktivitas PT. WGP.

“Sudah berulang ulang. Ini hari saya perintah lagi Pol PP turun lapangan untuk melarang beraktivitas dan hentikan kegiatan ilegal yang merusak lingkungan hidup,” kata Dulla kepada radarntt (Selasa,14/11/2018) pagi.

Dikatakan Bupati Dulla PT. WGP juga belum mengantongi dokumen perizinan dari pemerintah provinsi NTT. Dulla menyebutkan hal tersebut dampak buruk dari penarikan urusan tambang ke pemerintah provinsi. Sehingga terjadi arogansi para penambang.

“Izinan dari provinsi juga belum dapat. Ini juga dampak buruk dari penarikan urusan tambang ke provinsi. Prinsipnya terjadi arogansi pihak penambang karena menurut mereka propinsi jauh dengan lokasi,” kata Dulla.

Kasat Pol PP Manggarai Barat John Karjon melalui Kabid Penegakan Amy Kuang di lokasi AMP milik PT. WGP mengatakan pihaknya telah melarang PT. WGP penambangan di lokasi itu.

“Tadi kita sampaikan ke petugas PT. WGP untuk hentikan dulu sementara sambil sambil melengkapi dokumen perizinan. Tidak boleh aktivitas dulu,” kata Emy kepada radarntt.

Pantuan media ini, satu kompi Satuan Pol PP, turun ke lokasi menghentikan aktivitas PT. WGP di Desa Pantar. Penindakan berlangsung aman dan tak ada perlawanan dari PT. WGP.

Penambangan galian C tak berizin di Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat itu mengakibatkan sepanjang kurang lebih 3 Kilo Meter bantaran sungai Wae Dongkong kondisinya rusak.

Selain itu, aktivitas AMP disekitar sungai tersebut membuat warga pantar resah dengan mobilisasi kendaraan berat.

Sebelumya Warga Desa Pantar Yanto dan Arnoldus kepada radarntt di Labuan Bajo mengaku resah dengan aktivitas penambangan galian C (Batu kali dan pasir) PT. Wijaya Graha Prima di Wae Dongkong. (MH/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru