oleh

Bangun PAUD Melalui Swadaya Masyarakat Di Wae Aur Desa Beo Rahong

 

Ket: PAUD Wulang Gerak Bersama Anak Didik

RADARNTT, Ruteng — Paud merupakan fondasi dasar pembentukan karakter anak bangsa maka sangatlah penting anak-anak di didik sejak dini, pendidikan paud dinilai penting melihat urgensi moral anak bangsa yang banyak terjerumus dalam sikap kebiadaban seperti contoh banyak kasus kriminal di kota besar.

Hal diatas disampaikan inisiator Ferdinandus Mayur pendiri PAUD Wulang Gerak di sela sela rapat awal pembentukan dengan orang tua murid yang berlokasi di Wae Aur Desa Beo Rahong Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggari NTT (Minggu, 19/08/2018).

Ditemui wartawan RADARNTT usai rapat, Ferdi Mayur menjelaskan keinginan pembentukan PAUD merupakan tanggung jawab moral terhadap anak bangsa lebih khususnya terhadap generasi penerus di kampung ini.

“Mendirikan PAUD ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak bangsa lebih khusus terhadap masa depan generasi Wae Aur, karna fondasi dasar pembentukan karakter anak harus mulai pendidikan sejak dini,” tutur Ferdi.

Kelengkapan serba terbatas, tidak menghambat kami untuk semangat mendirikan PAUD ini, alat peraga kita beli pakai swadaya sementara alat bermain kita buat dari bahan lokal yang ada, ungkap Ferdi lagi.

Ia menjabarkan, PAUD ini tidak di pungut biaya bagi semua anak didik, memang tujuan utamanya adalah membantu anak anak yang jauh dari jangkauan sekolah PAUD, usia 0 sampai 5 tahun anak-anak wajib berada di bangku sekolah PAUD, sementara untuk tenaga pengajarnya siap bekerja secara suka rela, sambil menanti ada campur tangan dari pemerintah di kemudian hari.

Ferdi menambahkan, orang tua harus berperan penting terhadap berdirinya PAUD ini, mereka merupakan Matahari, sementara kami adalah Bulannya makanya kami menamai paud ini Wulang Gerak, Gerak berarti peserta didiknya mendapatkan terang semenjak usia masih kecil.

Lebih lanjut dikatakan Ferdi, Pada prinsipnya kita harus berbuat terhadap bangsa ini dari pada kita selalu menuntut apa yang diberikan negara terhadap kita, mari kita berbuat untuk negara dari hal terkecil dulu, nanti negara melalui daerah akan melihat atau membantu kita, asalkan kita bermulai dulu.”

Ia berharap ada dorongan orang tua terhadap anaknya masuk di sekolah PAUD, karna partisipasi dari orang tua menjadi kunci dasar agar di kemudian hari tetap lancar dan berjalan dengan baik.

Untuk diketahui gedung PAUD yang digunakan merupakan rumah warga yang bersedia menjadikan ruangan belajar dan halaman bermain anak anak secara suka rela oleh pemiliknya.

Sementara pendidik atau tenaga pengajarnya berjumlah 3 orang dengan tamatan SMA dan berbekal pengalaman mengajar sebelumnya, dan dibantu salah seorang bernama Ratih mahasiswa semester 7 Jurusan PAUD dari STKIP Ruteng, memiliki jumlah anak didik sebanyak 60 orang mulai dari umur 0 tahun sampai umur 5 tahun. (AJ/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru