oleh

TENAGA AHLI PENDAMPING DESA KUNJUNG KE DESA MERUPAKAN AMANAH UNDANG-UNDANG DESA

 

 Pendamping desa sedang lakukan aktifitas

RADAR NTT, Ruteng — Tenaga Ahli dari Pendamping Desa di Kabupaten Manggarai melakukan kunjungan kerja ke Desa Lolang dan Desa Jaong Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai NTT dalam rangka monitoring dan pembenahan tata kelola keuangan desa (Jumat, 14/09/2018).

Kunjungan kerja itu merupakan bagian dari tugas lainnya mefasilitas desa dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi sebagai Tenaga Ahli Pendamping Desa yang di amanah UU No 06 tahun 2014 Tentang Desa.

Koordinator Pendamping Desa Frans Jebarus SE kepada Radar NTT menjelaskan, turun ke desa merupakan tanggung jawab serta tugas lainya sebagai tenaga ahli dari pendamping desa yang berkedudukan di kabupaten.

“Turun ke desa merupakan tugas dan tanggung jawab serta tugas lainnya kami sebagai Tenaga Ahli dari Pendamping Desa yg berkedudukan di Kabupaten,” kata Frans

“Kami turun ke desa untuk mendorong PD, PLD dan pelaku di Desa untuk membangun desa sesuai amanah Undang-Undang, kami turun manakala desa kesulitan atau belum paham tentang penatausahaan pengelolaan keuangan desa, sebab tidak semua desa yang paham sepenuhnya,” terangnya.

Frans juga mengatakan, “Hari ini kami turun ke Desa Lolang dan Jaong bukan berarti pengelolaan keuangannya tidak baik atau mereka tidak paham tetapi lebih pada memastikan bahwa administrasinya sudah lengkap dan mengikuti regulasi yang ada atau tidak.”

Lebih Lanjut dikatakan,”Jika belum lengkap atau ada yang keliru maka secara tugas wajib kami melakukan fasilitas agar resiko kesalahan semakin kecil bila perlu tidak ada.”

“Kepala desa dan perangkat desapun lansung paham, karna yang kami buat lansung praktek bersama mereka, hal beginilah sesungguhnya dibutukan oleh desa,” katanya.

Frans berharap agar desa seluruh Kabupaten di Manggarai jangan anggap sepele tentang kesalahann kecil apapun administrasi keuangan maupun administrasi desa yang lainya, sebab kesalahan administrasi sangatlah fatal.

“Kedepannya Kami akan optimal untuk bisa turun di 145 desa, kami turun ke desa merupakan tugas kami yang di amanahkan oleh undang undang demikianpun teman teman PD dan PLD, hal lainnya juga merupakan bentuk monitoring kami terhadap pelaksanaan pembangunan di desa, karana kami di perintahkan oleh undang undang,” imbuhnya.

Untuk diketahui pendamping desa merupakan amanah UU Desa No 06 tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah No 43 perubahan No 47 Tentang pelaksanaan UU No 06 tahun 2014, untuk tugas dan fungsi mulai dari Tenaga Ahli di Kabupaten sampai Pendamping Lokal Desa tertuang dalam Peraturan Menteri Desa No 04 tahun 2015 tentang Pendamping Desa, untuk struktur penempatanya adalah Tenaga Ahli berkedudukan di kabupaten yang terdiri dari Tenaga Ahli Infrastruktur dan Tenaga Ahli Pemberdayaan.

Pendamping Desa (PD) berkedudukan di kecamatan terdiri dari Pendamping Desa Infrastruktur dan Pendamping Desa Pemberdayaan, sedangkan di desa merupakan Pendamping Lokal Desa atau PLD. (AJ/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru