oleh

Pasar Bobou Semakin Sepi Pembeli

RADARNTT-Bajawa. Kondisi pasar Bobou Bajawa kian sepi dan lengang, tidak hanya berkurangnya pembeli tetapi juga banyak pedagang yang tidak mau menjual lagi.

Pedagang mengeluh karena kurangnya pembeli yang datang ke Pasar Bobou Bajawa. Kondisi ini, disebabkan dari berbagai faktor dan salah satunya kurangnya sikap konsekuen dan keputusan setengah hati dari pemerintah daerah Kabupaten Ngada, hal itu terbukti membiarkan pedagang pedagang tertentu berjualan di kompleks pertokoan dekat pasar lama. Padahal bulan bulan sebelumnya pemda menerapkan aturan yang keras terhadap pedagang yang tidak menuruti kemauan pemerintah untuk meminta semua pedagang sayur, ikan, daging dan sejenisnya untuk pindah ke Pasar Bobou.

Berdasarkan pantauan wartawan dilokasi beberapa pedagang meminta dan mengharapkan pemda menertibkan bukan malah mendiamkan. Banyak pedagang yang berjualan di pasar Bobou berhenti untuk menjual karena kurangnya minat pembeli. Hasil jualan selama 1 hari hanya bisa beli makan untuk siang dan malam, belum lagi para pedagang berpikir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga kian bertambah.

Seperti yang diungkapkan Silvester Rodu (50), salah satu pedagang sayur yang berada di Pasar Bobou mengeluhkan bahwa dampak sepinya pembeli disebabkan adanya pedagang yang menjual sayur di area perkotaan Bajawa yang salah satunya berdagang sayur mayur di perempatan Padhawoli.

Hal senada juga diungkapkan Yohanes Koe (40), “daya beli semakin kurang karena masyarakat lebih memilih untuk membeli ikan, sayur, lombok di area perkotaan dengan alasan mengurangi uang transportasi.” Kemudian ia menjelaskan, misalnya saja pembeli datang membeli lombok 5 ribu tetapi uang transportasi ojek dari perkotaan ke Pasar Bobou 10 ribu, tentu pembeli marasa rugi. Sehingga mereka (pembeli) lebih memilih untuk belanja diarea perkotaan.

Mereka berharap Pemda Kabupaten Ngada, menertibkan oknum pedagang yang berjualan di emperan toko dan dipinggiran jalan. Karena, lokasi penjualan diwilayah Pasar Bobou yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada masih sangat luas untuk digunakan. (FX/Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru