oleh

Pelayanan PLN Bajawa Dikeluhkan Warga Radamasa

-Ngada-365 views

 

                        Benediktus Kaju

RADARNTT, Bajawa — Warga Radamasa Kecamatan Golewa Selatan menyampaikan keluhannya melalui media ini terkait pelayanan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bajawa di Kabupaten Ngada (Senin, 23/07/2018).

Kepada wartawan warga Desa Radamasa Kecamatan mengeluh dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas PLN Bajawa yang diduga mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi, oknum tersebut berinisial AD.

Modus AD dengan memaksa Benediktus Kaju untuk membeli meteran dan kemudian ada oknum lain yang berinisial IL diduga juga melakukan penipuan terhadap Moses Koa.

Sudah hampir setahun listrik di rumah Benediktus Kaju belum menyala karena meteran dicabut petugas PLN dan dibawa ke kantor PLN. Sedangkan, Moses Koa sudah lima malam listrik juga tidak kunjung menyala.

Benediktus Kaju (70) mengatakan, saya sangat kecewa dengan petugas PLN karena pada tahun 2016 saya di paksa oleh oknum berinisial AD yang bekerja dikantor PLN untuk pemasangan meteran. Pemasangan meteran listrik tersebut dikenai biaya 2.750.000 tambah dengan anjing 1 ekor kisaran harga 300.000.

Ia menceritakan, dengan adanya meteran tersebut kami hanya menikmati selama 2 tahun lebih, sudah mendekati 1 tahun kami tidak menikmati lagi listrik, meteran listrik yang sudah kami bayar kepada oknum AD sudah dicabut dari pihak PLN dan meteran yang sudah kami bayar di bawa oleh petugas PLN.

Proses pencabutan meteran tersebut dengan alasan bahwa nama meteran yang terpasang dirumah Benediktus Kaju itu milik orang lain. Benediktus Kaju pernah menghadap pihak PLN Bajawa untuk menanyakan informasi mengenai meteran.

Namun tanggapan dari pihak PLN dikatakan bahwa oknum AD tidak bekerja lagi di kantor PLN dan denda yang harus dibayar Benediktus Kaju sehingga bisa mengembalikan meteran tersebut sebesar Rp. 1.300.000.

Ia sangat kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas PLN di lapangan, justru pihak PLN juga menyarankan agar ia melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian tetapi sampai saat ini ia  tidak berani melaporkan karena ia beralasan tidak tamat SD.

Hal senada juga disampaikan Moses Koa (48) yang mengatakan bahwa dirinya mendapat bantuan MBR berupa meteran listrik. Namun beberapa bulan digunakan meteran mendapatkan masalah.

Saya panggil oknum yang berinisial IL untuk perbaiki meteran tersebut karena ia bekerja di kantor PLN, dan IL mengatakan bahwa meteran harus diganti dan setiap kali pulsa hampir habis nanti telepon saya, ujarnya.

“Sudah tiga kali oknum IL yang merupakan perpanjangan tangan pihak PLN datang melakukan bongkar pasang meteran pada saat pengisian pulsa dan setiap kali saya beli pulsa listrik dikios seharga 50.000 oknum yang berinisial IL datang, sebelum isi pulsa ke meteran ia selalu pura pura bongkar pasang meteran dan minta ongkos kerja 50.000 sekali pengisian pulsa, kata Moses dengan nada geram.

Kemudian menurutnya, penempatan tombol OFF-ON tidak sesuai, saat dirinya tekan OFF tetapi meteran listrik dalam posisi ON dan ketika ia tekan ON meteran listrik dalam posisi OFF.

“Karena merasa terlalu makan biaya saya melaporkan kejadian ini di pihak PLN cabang Mataloko atas nama Sefrin Gae, dan menurut Sefrin setiba dirumah saya, dikatakan bahwa pemasangan kabel di dalam meteran banyak yang terbalik, imbuh Moses.

Untuk saat ini sudah lima malam dirumah Moses listrik tidak menyala lagi karena diduga ada pencopotan arus listrik di kantor Desa Radamasa yang merupakan cabang ke rumahnya. Hal ini juga belum dilaporkan pihaknya ke pihak PLN Bajawa Cabang Mataloko.

Moses Koa dan Benediktus Kaju mengharapkan PLN Bajawa mendengar keluhan mereka yang disampaikan melalui media ini dan segera mendapatkan tanggapan serius untuk menyelesaikan masalah tersebut. (FB/Set/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru