oleh

Kades Sedeoen Enggan Tanda Tangan Dokumen

Ket : Welem Ballu Warga Sedeoen Kecamatan Rote Barat

RADARNTT, Baa — Kepala Desa Sedeoen,Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao Marthinus Kay enggan menandatangani dokumen untuk mengurus sertifikat milik warganya yang bernama Welem Ballu karena menurutnya, Ia belum melihat salinan putusan perkara tanah yang dimenangkan Welem Ballu di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan kepada wartawan via telepon genggam senin (06/08/2018) pukul 18:29 wita.
Sementara itu Welem Ballu saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengatakan, apa yang dikatakan Kepala Desa Marthinus Kay itu tidak masuk akal karna dirinya sudah berulangkali pergi menyerahkan permohonan dokumen untuk mengurus sertifikatnya dengan bukti salinan copian putusan menang dalam perkara tanah miliknya tersebut, namun Kepala Desa Marthinus Kay tidak mau menandatangani berkas dokumen tersebut.

“Tidak masuk akal kalau kepala Desa tidak lihat, karena setiap kali saya ke bertemu dia, saya bawa semua lengkap, termasuk dengan salinan kopian putusan kemenangan saya di mahkamah agung tersebut,” ungkapnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa Welem Ballu seorang warga Desa Sedeoen RT 01/RW 01 Desa Sedeoen Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao mengatakan, merasa kecewa terhadap tindakan kepala desa sedeoen Marthinus Kay yang menolak menandatangani dokumen yang berkaitan dengan proses sertifikat tanah miliknya.

“Saya kecewa sama kepala desa yang tidak mau tanda tangan dokumen saya terkait urusan sertifikat tanahnya saya didesa ini” kata Welem Ballu ketika ditemui wartawan dikediamannya Minggu (29/07/2018).

Menurut Welem Ballu, dirinya sudah lima kali menghubungi kepala desa untuk tanda tangan dokumen yang berkaitan dengan proses pengajuan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan kabupaten Rote Ndao namun yang bersangkutan tidak bersedia tanda tangan dokumen tersebut dan kemudian dirinya secara lisan telah menyampaikan hal tersebut kepada Camat Rote Barat Petson Hangge.

“Saya sudah sampaikan secara lisan ke camat Rote Barat Petson  Hangge soal tindakan kades tersebut dan menurut camat dirinya sudah menghubungi kepala desa tapi kepala Desa menjelaskan dirinya bersedia tanda tangan jika mendapatkan jatah dari tanah yang akan diproses sertifikatnya dan camat menyuruh saya lapor ke polisi jika dikemudian hari kepala desa bersih keras tidak mau tanda tangan” ujar Welem Ballu.

Ia mengungkapkan, secara lisan dirinya sudah menyampaikan kepada Polsek Rote Barat dan  apabila dikemudian hari kepala  desa tetap menghalangi dan tidak mau menanda tangani proses pengajuan dokumen sertifikat dari badan Pertanahan Kabupaten Rote Ndao tersebut maka akan menempuh jalur hukum.

“Secara lisan saya sudah sampaikan ke Polsek Rote Barat dan pihak polisi meminta saya bersabar untuk masih di lakukan mediasi,dan memang awalnya kami sedang perkara soal tanah ini tapi saya sudah menang di tingkat kasasi di Mahkamah Agung, ungkapnya.

Kepala Desa Sedeoen Marthinus Kay ketika dikonfirmasi wartawan via handphone senin(30/07/2018) pukul 08:52 wita menolak memberikan penjelasan dengan alasan kalau dirinya sedang sibuk.

“Maaf kawan saya masih sibuk jadi belum bisa menjelaskan,” ujarnya via telepon seluler dan langsung memutuskan sambungan telepon. (CTA/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru