oleh

Kepsek SD Inpres Oeoko di Rote Barat Laut Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Ilustrasi Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kepsek SD Inpres Oeoko Rote Barat Laut.

RADARNTT, Baa — Kepala Sekolah SD Inpres Oeoko yang berinisial WP di Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kuat melakukan perbuatan tidak senonoh atau pelecehan seksual terhadap staf operator komputer SD tersebut dengan inisial ‘LN’.Padahal ruang kerja korban menjadi satu dengan ruangan kepala sekolah dan kejadian itu terjadi Hari Senin Tanggal 6 Agustus 2018 sekitar siang hari pukul 12.00 WITA.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber yang terpercaya di TKP dan meminta tidak disebutkan identitas dirinya mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika pelaku memanggil LN ke ruang kerjanya kemudian mengunci pintu ruangan dan pelaku menanggalkan pakaian dan dalam keadaan telanjang kemudian memaksa  korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Namun korban menolak sehingga tanpa diketahui pelaku, korban merekam kejadian lewat ponsel dan sesaat  korban minta ijin meninggalkan ruangan itu dengan alasan ingin buang air kecil kemudian secara refleks mengunci pelaku (WP) dalam ruang kerja dalam keadaan telanjang dan tidak lama kemudian anggota polisi datang ke TKP untuk mengamankan pelaku yang sementara terkunci di ruang kerja kepala sekolah dalam keadaan telanjang, kata sumber itu.

Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD Rote Ndao Denison Moy ketika dimintai tanggapan mengatakan, tidak sepantasnya seorang pendidik melakukan tindakan amoral tapi harus menunjukan keteladanan sebagai seorang guru yang mampu membentuk manusia menjadi baik dan tidak sepantasnya seorang pimpinan melakukan tindakan tersebut karena tugas seorang pimpinan itu harus mampu melindungi dan mengayomi bawahannya.ungakapnya.

Pria yang akrap disapa Denny Mooy itu meminta pihak dinas terkait melakukan tindakan yang tegas dengan mencopot pelaku dari jabatan kepala sekolah karena tindakannya telah mencoreng nama baik pendidikan dan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Pihak dinas segera bersikap tegas dengan mencopot jabatanya dari kepala sekolah karena ini mencoreng citra dan wibawa dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Rote Ndao dan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut,” ujarnya.(CTA/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru