oleh

PERMASI Kupang Kecewa Dengan Janji Bupati Sikka

-Sikka-1.579 views

 

Salah seorang narasumber saat membawakan materi di Seminar yang diselenggarakan PERMASI Kupang

RADARNTT, KUPANG — Perhimpunan Mahasiswa Sikka (PERMASI) Kupang mengadakan seminar nasional dengan menggusung tema “Generasi Milenial Jadi Potensi Kekuatan Indonesia,” kegiatan itu berlangsung di Aula Komodo, Kantor DPD RI Provinsi NTT (Sabtu,27/10/ 2018).

Dikatakan Ketua Umum PERMASI Kupang Inocentius Bata, “Tujuan dari kegiatan seminar itu untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda sebagai generasi milenial.”

“Sedianya kegiatan akan dihadiri tiga narasumber yaitu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Ketua HIPMI NTT Reynold Ivan Lay dan Angelius Wake Kako. Namun dalam kegiatan itu salah satu narasumber tidak menghadiri tanpa ada alasan dan informasi yang pasti dari narasumber sendiri sampai dengan hari ini, bahkan dihubungi lewat WhatsApp pun tidak dibalas namun hanya pesan dibaca,” kata Bata.

Lebih lanjut dikatakannya, ketidakhadiran Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo membuat PERMASI Kupang beserta peserta seminar merasa sangat kecewa terhadap sikap bupati yang tidak komit terhadap janjinya.

Bahwa sebelum hari H kegiatan ini, kami PERMASI Kupang sudah melakukan audiens bersama Bupati Sikka tepatnya di Hotel Aston pada Hari Rabu 23 Oktober 2018, Jam 11 malam. Dalam penyampaian oleh Bupati Sikka bahwa dirinya siap untuk menghadiri kegiatan seminar dan mendukung penuh kegiatan tersebut, jelas Bata.

Dalam susunan agenda yang sudah kita audiens dengan bupati, setelah selesai seminar dilanjutkan pada sore hari bersama seluruh mahasiswa Sikka dan beberapa orang tua asal  Maumere yang berdomisili di Kupang untuk melakukan kulababong (musyawarah) bersama di sekretariat Kelapa Gading, tukas Ketua Permasi Kupang.

“Sejuta kerinduan seluruh mahasiswa Sikka selama ini untuk bertemu dan ber kulababong bersama Bupati Sikka, hanya sebatas mimpi di siang hari, ujar Bata.

Kita mengharapkan kepada Bupati Sikka ini merupakan representasi dari suatu hal yang kelihatan kecil, jangan sampai terjadi pada hal-hal yang lebih besar ke depan nanti.

Di akhir wawancara Inocentius Bata menyampaikan, kritik dan saran yang disampaikan organisasi, LSM dan masyarakat kepada pemimpin daerah atau para pengambil kebijakan harus disikapi dengan positif sebagai bahan refleksi dalam memajukan suatu daerah. (RO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru