oleh

Banyak Masyarakat NTT Belum Mendukung Hidup Bersih

 RadarNTT.com,Kupang- Salah satu tantangan terbesar saat ini terkait pembangunan air minum dan sanitasi adalah peningkatan jumlah penduduk, yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan seperti pencemaran sumber air. Banyak masyarakat yang buang air besar di tempat terbuka dan belum mendukung hidup bersih. Hal ini yang menjadi penyebab munculnya penyakit diare yang masih menjadi penyumbang penyebab kematian bayi tertinggi di indonesia dan NT,demikian kata Ketua DPRD provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), Anwar Puah Geno.saat Rapat Koordinasi Pokja Air minum dan Penyehatan Lingkungan,Rabu 17/06.

.Ia menambahkan,bahwa dalam rangka percepatan, pencapaian IDM pembangunan NTT maka Perlu ada kerjasama dari berbagai pihak yang bertumbuh pada pendekatan akses air minum dan sanitasi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan melalui semangat kemitraan dan sinergitas.

Meskipun dilakukan kebijakan AMPL Botem UP namun,katanya, dalam praktek dilapangan masih banyak ditemui keluhan dari masyarakat,dengan demikian hal ini harus menjadi cacatan bahwa untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama air minum dan sanitasi yang juga berdampak pada semua sektor perlu komitmen bersama. Selain itu perlu memaksimalkan peran desa dan kelurahan agar pembangunan berkelanjutan dapat tercapai.

“DPRD provinsi dan kabupaten/kota terus mendukung dan mendorong   AMPL sesuai fungsi DPRD yakni legislasi (penyusunan Perda), anggaran dan pengawasan (Rapat kerja dan Kunjungan kerja dan Evaluasi).Harapan saya komitmen keterpaduan dan kebersamaan harus semakin dipererat sehingga pembangunan yang dilakukan dapat mencapai target yang diharapkan dan berkontribusi untuk pembangunan NTT,”ungkap Anwar.(*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru