oleh

Prajurit TNI Perbatasan RI-RDTL Tanam 12.000 Anakan Trembesi

Radarntt.co, Kefamenanu- Kesulitan air menjadi langganan  masyarakat di perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), saat musim kemarau tiba. Hal tersebut diperparah pola bertani masyarakat yang masih menggunakan sistem tebas bakar, akibatnya hutan sebagai penunjang resapan air menjadi rusak.

Melihat fenomena tersebut, Satgas Yonif R 321/GT pantas RI-RDTL, bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Timor Tengah Utara (TTU) melakukan sosialisasi manfaat hutan kepada masyarakat.

“Melihat fenomena kekeringan air yang terjadi selama ini, Satgas Yonif R 321/GT Pamtas RI-RDTL bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, memberikan Pemahaman yang baik kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.  Sistem bertani dengan pola tebas bakar yang selama ini dilakukan oleh masyarakat adalah hal yang salah karena dapat merusak ekosistem tanaman yang ada di hutan sehingga dampaknya dapat kita rasakan pada saat musim kemarau dan kita kesulitan air,” ungkap, Lettu Inf Sudrajat, Sabtu, (28/1).

Selain melakukan sosialisasi, Satgas Yonif R 321/GT juga melaksanakan program penghijauan di beberapa sumber mata air di wilayah Sektor Barat. “Kita juga tanam 12.000 pohon yang terdiri dari pohon trembesi dan pohon tanjung yang kami sebar seluruh pos jajaran Satgas Pamtas RI RDTL Yonif R 321/GT di wilayah sektor barat,” Lanjutnya.

Famus selaku Kepala Sekolah SLTP Letenaek Desa Imbate Kecamatan Bikomi Ninulat Kabupaten TTU, mengatakan sosialisasi penghijauan pada usia dini memang sangat penting sehingga anak-anak akan tahu bagaimana cara menjaga kelestarian hutan dan bagaimana menanam pohon yang benar. (NN, P/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru