oleh

Ruas Jalan Bajar Golo Rongket Rusak Parah

RadarNTT.com-Borong,-Kondisi ruas jalan Banjar Golo Rongket Kabupaten Manggarai Timur(Matim)Nusa Tenggara Timur(NTT)rusak parah akibat pekerjaan asal asalan,hal ini membuat masyarakat pengguna jalan yang berasal dari tiga desa sangat sulit untuk melakukan aktifitas terutama saat mengangkut hasil pertanian,dan lebih sulitnya lagi ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan perawatan dirumah sakit,hal ini dikatakan oleh Mantan anggota DPRD Manggarai Timur Niko Martin,Minggu 22/2.

menurut Niko,proyek pembangunan infrastruktur di Manggarai Timur khususnya jalan sampir seluruhnya dikerjakan tidak profesional sehingga kualitasnya tidak bertahan lama,dirinya mencontohkan ruas jalan Banjar Golo Rongket dikerjakan oleh salah satu kontraktor ternama di Manggarai pada tahun anggaran 2012,kondisinya saat ini sangat memperihatinkan.

Lebih lanjut dikatakannya,standar kualitas jalan sangat buruk,akibat dari sebuah politik balas jasa sehingga apapun bentuk hasil kerja dari kontraktor, Pemda Matim hanya sebagai penonton dalam adegan tersebut,”berangkat dari politik balas dendam sehingga Pemda Matim tidak bisa berbuat apa-apa,”tuturnya.

Dirinya menduga proses pengadaan barang dan jasa penuh dengan rekayasa,pasalnya proses tender hamya formalitas karena masih dikental dengan muatan politik,lanjutnya,
jika kontraktor mendukung kandidat bupati terpilih maka merekalah yang melimiliki peran penting untuk mengerjaan proyek sehingga pemerintah tidak akan intervensi terhadap hasil kerja tersebut.

“kebiasan inilah yang sering terjadi di Matim,sehingga dampaknya hampir semua jalan di Matim kualitasnya sangat buruk seperti ruas jalan Bajar Golorengket yang sangat memperihatinkan,Inilah penyakit lama di manggarai timur;”sambungnya.

Dirinya mengusulkan,pemerinta mestinya secara profesional dalam menentukan proses tender sehingga kontraktor yang mengerjakan infrastruktur jalan benar-benar profesiaonal dan lebih mengutamakan kualitas jalan ketimbang mengeruk keuntungan yang besar,sementara masyarakat terus menderita.(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru