oleh

Angin puting beliung, Rumah Warga Roboh

RadarNTT.com-Kupang,-Amukan angin puting beliung kembali terjadi di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur(NTT),tepatnya di RT.15 RW.06 Kelurahan Belo.peristiwa naas tersebut terjadi pada hari Minggu malam,akibat amukan puting beliung tersebut satu rumah warga roboh hingga rata dengan tanah.

Rosalina Faot (23) salah seorang warga yang menjadi korban amukan alam tersebut, saat ditemu wartawan di kediamnya mengaku,mereka sekeluarga tidak bisa tidur nyenyak pada Minggu malam. Ia sekeluarga terpaksa menumpang di rumah tetangga karena rumahnya rusak diterjang angin puting beliung.Senin 16/03

“semalam kami tidur di rumah tetangga tidak bisa nyenyak,kamar tempat kami tidur terlalu kecil sedangkan kami berlima,anak saya yang pertama Desra Nos (9) terpaksa tidur dibawah kaki saya lantaran tidak mendapat tempat untuk tidur,”tuturnya.

Ia menjelaskan saat ini hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah akibat ketiadaan dana untuk memperbaiki rumahnya,ia mengaku bahwa pihak kelurahan maupun dari Badan Penanggulan Bencana (BPB)kota kupang sudah datang mengambil data.

Sampai saat ini belum ada bantuan yang datang,tambahnya,petugas dari kelurahan hanya mengambil data lalu diberikan kepada walikota untuk ditindak lanjuti laporan mereka.”Soal kapan bantuan akan datang petugas kelurahan tidak bisa memberikan kepastian kapan bantuan akan datang, “ujarnya .

Menurutnya Kami hanya bisa pasrah menunggu sambil berdoa kapan kepastian bantuan akan datang. Dirinya berharap bisa secepatnya karena pihaknya benar-benar membutuhkan bantuan tersebut ujar wanita yang kesehariannya berperan sebagai ibu rumah tangga.

Pada tempat terpisah kepala Dinas penanggulan bencana kota kupang Adi Manafe mengatakan belum mendapatkan laporan terkait bencana angin puting beliung tersebut.
“saya juga baru tahu tadi kalau ada korban dalam musibah angin putting beliung pada minggu kemarin, namun sampai saat ini laporan dari pihak kelurahan belum saya terimah, Makanya tadi saya minta pak camat maulafa agar secepatnya memerintahkan pihak kelurahan untuk secepatnya membuat laporan terkait musibah tersebut,”ungkapnya.

jika sudah ada laporan maka tim verifikasi akan turun ke lapangan untuk mengecek apa-apa yang dibutuhkan. Yang pastinya saat ini korban membutuhkan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah tersebut. kalau laporan sudah kami terima maka secepatnya akan kami berikan bantuan ungkap Adi.

Pantuan di lapangan, nampak rumah korban sudah kemasukan air hujan yang turun pada minggu malam,rumah dengan ukuran lima kali tiga meter tersebut nampak sudah kosong hanya sebuah kelambu yang masih nampak di ruang kamar tidur keluarga. Atap rumah yang rusak pun masih nampak berserakan di belakang bangunan rumah korban,korban dan keluarganya hanya beraktivitas di luar rumah.(*elya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru