oleh

Bandar Udara Matim Siap Bangun

RadarNTT.com-Kupang,-Pemerintah Kabupaten ManggarI Timur(Matim)siap membangun Bandara sebagai akses transportasi udara untuk masyarakat Matim dan sekitarnya,hal ini dikatakan oleh wakil bupati Matim Agas Andreas dikupang zaat menghadiri Rakorda para kepala daerah,Senin 02 Januari 2015.

Menurut Agas,secara teknis persiapan lahan sudah dilaksanakan studi kelayakan seperti Analisis Dampak Lingkungan (Amdal),lebih lanjut Dia katakan selain Amdal respon masyarakat Matim kucup antusias,pasalanya membangun bandara menjadi kenutuhan tranportasi yang harus dimanfaatkan oleh banyak kalangan.

“saat ini tinggal presentasinya yang belumdilaksanakan,diperkirakan dalam bulan akan dipresentasikan,sehingga tahun 2016 ini sudah mulai dibangun,”tuturnya.

Kebutuhan bandara tahun 2015 secara Nasional yang direncanakan oleh menteri perhubungan RI ada 52 Bandara,sehingga salah satunya adalah di kabupaten Manggarai Timur,hal ini juga sudah diwanakan dalam program pemda Matim pada periode pertama paket Yoga,dengan demikian lanjutnya membangun suatu fasilitas penerbangan mengikuti regulasi yang ada,sehingga tahun 2015 baru dilaksanakan.

Dirinya mengakui kalau program ini sudah direncanakan pada tahun 2002 yang lalu,dan Gubernur NTT sudah menyetujui hal ini,sehingga tahun ini akan dibangun sebagai jalur tranportasi udara yang bisa membawa nuansa baru bagi masyarakat Matim dan sekitarnya.

Ditempat yang sama Agas juga menyampaikan Pemda Matim berinisiatif mensejahterakan guru honorer daerah yang mengabdi didaerah tersebut dengan mengalokasikan anggaran dari APBD Matim sebagai bentuk kepedulian serta menghargai jasa para guru honorer yang memiliki tugas muli dengan Biaya Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA)

pemerintah daerah Matim memberikan insentif kepada guru honorer daerah karena secara kebutuhan dan penggunaan dana BOS pusat hanya 20 persen yang dimanfaatkan untuk belanja kebutuhan pegawai,sementara jumlah guru honorer di Matim sekitar ribuan tenaga kontrak daerah yang sudah mengabdi.

Dirinya mengaku bahwa biaya yang dikeluarkan oleh pemkab matin untuk tenaga honor yakni 400.000 per orang per bulan dan hal ini pihaknya sudah laksanakan sejak periode pertama Yoga sebagai paket yang menakodai kabupaten Matim samapi dengan sekarang,lebih jauh dikatakannya pada setiap tahun BOSDA akan bertambah alokasinya sesuai dengan tambahnya tenaga kontrak daerah.(*Ega)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru