oleh

Bank NTT Jajaki Kerjasama Dengan PT. SMF

RadarNTT.Com-Maumere,-Bank NTT mulai merambah masuk ke bisnis property yakni bekerja sama dengan PT.SMF Persero atau PT Sarana Multigrya Finansial (SMF) Jakarta. Awal kerjasama ini dimulai dengan sosialisasi yang dilakukan delegasi dari PT SMF di aula Hotel Sylvia Maumere, Senin (26/1/2015) pecan lalu. Ada potensi kerjasama antara Bank NTT dengan PT SMF.

Ketika membuka acara yang bertajuk “Sosialisasi Program Penyediaan Sumber Dana Menengah/Panjang dalam Bentuk Refinancing KPR Umum maupun KPR Sejahtera (FLPP) antara PT SMF Persero Jakarta dengan PT Bank NTT” ini, Ditektur Pemasaran Dana dan Kredit (Dirpem) Bank NTT, Eduardus Bria Seran, SE, mengapreasi kehadiran delegasi PT SMF Jakarta yang mau hadir melakukan sosialisasi tersebut, dan berharap ada kesepahaman yang akhirnya berujung pada kerjasama seperti yang diharapkan.

Ia juga secara gamblang menjelaskan posisi aset Bank NTT kepada PT SMF Jakarta. Sosialisasi ini dihadiri 15 kepala cabang Bank NTT dan sejumlah pimpinan dari kantor pusat Bank NTT, antara lain Kepala Divisi Pemasaran Kredit, Ny. Uun K. Bria Seran, juga Kepala Divisi Dana dan Jasa, Ny. Ana Bere Tarak dan Kepala Divisi Supporting Kredit, Yunus Tuan.

Edy Bria Seran menjelaskan, hingga tahun buku 2014, pertumbuhan aset Bank NTT sebesar 14,38 persen yakni dari Rp 7,3 triliun pada posisi akhir Desember 2013 naik menjadi Rp 8,4 triliun pada akhir Desember 2014.

Sementara, pengumpulan dana pihak ketiga pun menunjukkan grafik pertumbuhan menggembirakan sebesar Rp 23,84 persen yakni dari Rp 5,06 triliun pada akhir Desember 2013 menjadi Rp 6,27 triliun pada akhir Desember 2014.

Selain itu, sebut dia, pertumbuhan kredit pada Desember 2014 sebesar 12,69 persen yaitu dari Rp 4,88 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp 5,4 triliun pada Desember 2014. Sementara pertumbuhan laba pada Desember 2013 naik menjadi 12,98 persen dari Rp 320 miliar pada Desember 2013 menjadi Rp 361 miliar pada Desember 2014.

Hal ini, sebut dia, menumbuhkan optimisme bagi manajemen Bank NTT untuk terus mengupayakan terobosan baru dalam pelayanan jasa perbankan di tahun 2015.

“Seperti yang kita lihat dari data yang ada mulai dari total aset, dana pihak ketiga, pertumbuhan kredit yang diberikan dan laba pada tahun 2014 ini mengalami kenaikan,” ujar Edy Bria.

Usai pembukaan langsung dilanjutkan dengan sosialisasi dari PT SMF Jakarta. Sil Kusuma dari PT SMF Jakarta memaparkan keberadaan dan kiprah PT SMF selama ini. Menurutnya, kehadiran PT SMF sejak tahun 2005 dengan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2005 itu, mengemban visi menjadi entitas mandiri yang mendukung kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi seluruh keluarga di Indonesia.

Konkritnya, sebut dia, membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan untuk meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat. Nah, “Dari visi dan misi ini kami berharap Bank NTT bisa mensuport dengan pendanaan, sementara PT SMF menjadi penyalur dana untuk pagu pembiayaan KPR kepada Bank NTT. Artinya, kami memberikan pinjaman kepada Bank NTT untuk menyalurkan KPR,” terang Kusuma.

Menurutnya, program SMF yang diprioritaskan adalah program sekuritisasi dengan memfasilitasi transaksi sekuritisasi atas tagihan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) milik penyalur, dalam hal ini Bank NTT, kalau sudah terjalin kerjasama. Juga, ada program pembiayaan, dengan menyediakan fasilitas pembiayaan dari sumber dana jangka menengah/panjang pasar modal untuk lembaga penyalur KPR, dengan dua produk utama yakni refinancing KPR dan repo KPR.

Sementara program pendukungnya adalah memberikan jaminan terhadap surat utang/efek beragun aset KPR yag diterbitkan, penyediaan pedoman dan standar dokumen KPR, program pendidikan dan pelatihan, dan sosialisasi. “Kalau kerjasama kita sudah terjadi, maka kami akan melakukan pendampingan,” kata Kusuma.

Ia juga menjelaskan, refinancing KPR adalah perjanjian pinjaman dengan bank penyalur KPR, di mana bank memberikan jaminan secara fiducia berupa kumpulan hak tagih KPR milik bank, dengan tujuan pembiayaan kembali (refinancing) atas KPR yang telah disalurkan bank.

“Artinya, kredit yang diberikan untuk kepemilikan rumah itu harus ada pengikatan atas agunan. Angsuran pembayaran bunga dilakukan bulanan, sementara pengembalian pokok dilakukan sesuai kesepakatan,” terang Kusuma.

Untuk repo KPR, lanjut dia, merupakan perjanjian jual beli tagihan (cessie) hak tagih KPR dengan bank penyalur KPR, dimana bank memiliki kewajiban atau syarat; membeli kembali tagihan KPR itu pada akhir periode yang disepakati, juga membeli kembali atau menukar (recourse) jika tagihan KPR tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan SMF.

“Tujuan penggunaan dana fitur Repo KPR ini untuk pembiayaan kembali atas KPR yang telah disalurkan bank dengan skema transaksi jual beli hak tagih KPR. Bedanya dengan refinancing KPR, angsuran pembayaran bunga dilakukan bulanan, termasuk pengembalian pokok pun dilakukan bulanan,” jelas Kusuma.

PT SMF juga menjelaskan kriteria jaminan atau obyek transaksi jual beli, antara lain, tujuan KPR adalah pembelian rumah hunian tapak, nominal KPR awal maksimum Rp 500 juta, jatuh tempo lebih lama dari tenor pembiayaan SMF, kolektibilitas KPR lancar pada saat cut off, agunan KPR diikat/dalam proses pengikatan hak tanggungan pertama, KPR dilindungi asuransi kebakaran dan jiwa kredit, juga dokumentasi kredit dan agunan lengkap.

Di setiap sesi penjelasan langsung diselingi dengan tanya jawab dan mendapat pertaanyaan-pertanyaan kritis dari hampir seluruh Kepala Cabang Bank NTT yang hadir, terhadap prospek kerjasama tersebut.

Ada yang lugas bertanya soal profit dari kerjasama ini, ada pula yang meminta penjelasan soal bunga dan hal-hal teknis lain yang berkaitan dengan penyaluran kredit KPR kerjasama dengan PT SMF ini, termasuk bertanya soal agunan dan lamanya pengembalian kredit KPR. Semua itu dijawab dengan baik oleh pihak PT SMF, meski masih ada juga yang membingungkan.

Menanggapi seluruh penjelasan PT SMF, Dirpem Bank NTT, Edy Bria Seran menegaskan, prinsipnya Direksi Bank NTT mendukung akan adanya kerjasama dengan PT SMF Jakarta.

“Dari semua penjelasan ini, kita akan kaji untuk selanjutnya dikomunukasikan lagi dengan pihak PT SMF agar kerjasama ini bisa dilakukan karena ada banyak hal positif. Artinya, kalau cocok dengan ketentuan kita di Bank NTT, maka akan kita komunikasikan dengan PT SMF,” tegas Edy Bria Seran. (Sumber Likurainews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru