oleh

Bupati Sumbar Sakit,Kejati NTT Dua Kali Gagal

RadarNTT.com,Kupang,-Bupati Sumba Barat (Sumbar), Jubilate Pieter Pandango tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor tahun 2012 senilai Rp 3,2 milyar, kembali gagal ditahan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT). Pasalnya, saat tim penyidik Kejati NTT mendatangai pihak Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang, dokter menjelaskan bahwa Jubilate masih dalam kondisi sakit sehingga masih menjalani tahanan kota.

Jubilate berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 158 unit sepeda motor,Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Sumba Barat Tahun Anggran 2011 senilai Rp 3,2 miliar. Hingga saat ini, tersangka terus menjalani perawatan intensif di RSB Kupang.Sesuai hasil pemeriksaan Dokter pada Rabu 13 Mei 2015, kadar gula darah yang dialami Tersangka masih sangat tinggi.

Penyidik Kejati NTT yang hendak menahan Jubilate di Rumah Tahanan Negera (Rutan) Kelas IIB Kupang,terpaksa tidak bisa berbuat sesuatu,yang seharusnya Rencana penahanan tersangka sudah dilaksanakan,namun karena hasil pemeriksaan tim medis,serta Dokter merekomendasikan Jubilate untuk tetap dirawat.

Tim Penyidik Kejati NTT,mendatangi RSB Kupang, dibawa pimpinan Roberth Jimmy Lambila, meminta penjelasan Dokter terkait kondisi kesehatan Jubilate, Tersangka tampak terbaring lemas di ruang rawat inap Cendana II. Tersangka didampingi istri dan anak-anak, serta keluarga besarnya,turut mendampingi tim penasehat hukumnya, masing-masing Yohanis Daniel Rihi, Wahab, dan Manotona Laia. Sementara kondisi di halaman RSB Kupang,dijaga ketat oleh puluhan personil bersenjata dari Brimobda dan Polres Kupang Kota.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar,kepada wartawan mengatakan, Jubilate telah menjalani general cek up di rumah sakit, dan hasil pemeriksaannya sama dengan yang dilakukan oleh dokter Kejati NTT.”Apabila dokter nyatakan tersangka telah sembuh dan bisa jalani penahanan di Rutan, maka yang bersangkutan akan kita tahan. Tapi sekarang kan masih sakit, sehingga kita menunggu hingga kondisi beliau membaik,” kata Ridwan.

Untuk diketahui, Jubilate sebelumnya ditetapkan sebagai tahanan kota selama 20 hari, karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk menjalani kurungan badan di Rutan. Tersangka menderita diabetes dengan kadar gula darah mencapai 530, sehingga menjalani suntik insulin.

Jubilate dalam kasus ini diduga melanggar prosedur penggunaan anggaran dana Silpa TA 2011/2012. Pengadaan sepeda motor awalnya disetujui dalam APBD sebanyak 25 unit, menggunakan dana DAU sebesar Rp 534.872.200. Sesuai kebijakan Jubilate, jumlah motor ditambah menjadi 158 unit, dengan dana yang bersumber dari Silpa tahun 2011 sebesar Rp 2.754.225.800, sehingga total dana mencapai Rp 3,289 miliar lebih.

Jubilate diduga mengambil kebijakan tanpa meminta persetujuan DPRD. Padahal, pengadaan motor bukanlah sesuatu yang darurat, sehingga dengan kewenangan bupati dapat mengambil kebijakan tersebut. Bahkan, Jubilate diduga membuat catatan disposisi yang berisi penunjukan langsung kegiatan itu kepada Fandy Tjiang selaku pemilik PT. Surya Baru Sejahtera.

Atas perintah dan hasil konsultasi dengan Bupati, pada Januari 2012, Maxi Nangge, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), membuat rencana umum pengadaan barang dan jasa Setda Kabupaten Sumba Barat, yang di dalamnya termasuk pengadaan sepeda motor. (*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru