oleh

Dana 77 Miliar ,Pengembangan Bandara Frans Sales Lega Ruteng

-News, WisBud-124 views

RadarNTT.com-Ruteng,-Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI,siap luncurkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 77 milliar untuk pengembangan landasan bandara Frans Sales Lega di Ruteng,Kecamatan Langkerembong Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),hal ini diungkapkan Kasubag keuangan Direktorat Jendral(Dirjen) perhububgan Udara Republik Indonesi Dedi Supriantin di aulah Bandara Frans Sales Lega Ruteng,Kamis (19/3)

“Saat ini panjang landasan Bandara Frans Sales Lega 1.500 meter,sehingga perlu diperpanjang landasan terbangnya dengan tujuan untuk kenyamanan penerbangan serta keselamatan para penumpang,secara idealnya panjang bandara harus mencapai 1.800 meter,”tuturnya.

Tambahnya,dari kondisi inilah,maka Bandara Frans Sales Lega Ruteng,perlu diadakan pengembangan landasan yakni penambahan panjang landasan terbang sekitar 150 meter sehingga secara keseluruhan panjang landasan terbang mencapai 1.650 meter.

Disinggung soal lahan warga sekitar bandara,dirinya mengungkapakan,bahwa masala lahan merupakan urusan pemerintah daerah (Pemda) Manggarai,pasalnya.realisasi dan tidaknya kegiatan ini tergantung sikap dan kesediaan Pemda setempat untuk pembebasan lahan milik warga di sekitar bandara.”Kami hanya tunggu kesiapan lahan dari Pemda Manggarai,” ungkapnya.

Di tempat terpisah,Wakil Bupati Manggarai Deno Kamelus menjelaskan perpanjangan landasan terbang kondisi Bandara Frans Sales Lega,dan pada prinsipnya Pemda sangat mendukung kegiatan dari Kemenhub,akan tetapi harus melalui sebuah kajian yang mendalam misalkan keuntunganya,baik Pemda maupun masyrakat.

Dalam menentukan sikap,kata Deno, Pemda perlu dan harus melibatkan masyarakat pemilik lahan dan pihak gereja,karena yang memiliki tanah adalah masyarakat,sehingga perlu minta pertimbangan karena lokasi bandara nanti sangat dekat dengan gereja katolik Karot.

Ia menambahkan bahwa dalam dekat pihak Pemda Manggarai akan melakukan kajian dengan melibatkan stakeholder sehingga saat menentukan sebuah keputusan tidak merugikan pihak tertentu,apa lagi masyarakat.(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru