oleh

Guru Tukang Pukul, Orangtua Siswa Dikroyok Bertiga

RadarNTT.com,Matim- Lantaran bertanya orangtua siswa Robertus Karo, dikroyok oleh tiga orang guru yang bertugas di Sekolah Dasar Inpres (SDI)Wae Buka desa Golorengket kecamatan Pocoranaka kabupaten Manggarai Timur (Matim)provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT)

Ketiga guru tersebut,yakni Mansveltus Modas,Yulius Kasman Modas dan Ferdinandus Daru,sementara Ronal Modas merupakan salah satu mahasiswa Stkip Ruteng juga mengambil bagian dalam insiden tersebut, Jumat(8/5)

Pengeroyokan yang dilakukan oleh guru tersebut, berawal dari absen hadir dan prihal undangan rapat,menurut pengakuan Robertus Karo,dirinya bertanya soal absen hadir rapat yang dilakukan di luar ruangan rapat.”biasanya daftar hadir rapat akan berjalan sering pembahasan agenda rapat,namun saat ini merupakan hal baru bagi orang tua siswa,sehingga perlu bertanya hal tersebut,”ungkap Karo.

Menanyakan sesuatu yang tidak paham,tidak berarti mengkritisi atau mengintervensi apa yang dilakukan oleh pihak sekolah,sayangnya rasa keingintahuan dari orantua siswa tersebut berujung pada babak belur,bukannya memberikan penjelasan atau pemahaman kepada orang tua siswa malah melakukan tindakan kriminal,dimanakah letak pelayanan sebagai sorang aparatur negara.

“Pak kenapa absen rapatnya dilakukankan di luar ruangan rapat,biasanya rapat berjalan baru diadakan absen,dan setahu saya hanya buku tamu yang diperkenankan untuk tanda tangan di luar ruangan,”cerita Karo kepada RadarNTT.

Lalu ia menambahkan, selain pertanyaan tersebut,dirinya juga bertanya soal prihal undangan yakni ,rapat sosialisasi pengaduan orangtua siswa,lalu ia bertanya kepada panitia penyelengara tentang siapakah yang mengadu dan materi pengaduanya apa.
Pertanyaan berikut yang dilontarkanya,instansi manakah yang pengaduan tersebut.”saya rasa rapat ini bukan sosialisasi tetapi klarifikasi terkait pengaduan orangtua siswa tersebut dan yang berhak untuk klarifikasi adalah institusi penerima pengaduan,”sambungnya.

Setelah dirinya melontarkan pertanyaan tersebut,langsung ditanggapi oleh Mansveltus Modas .”itu haknya kami,”tutur Karo,meniru ucapan Masveltus selaku panitia panyelenggara rapat.Anehnya usai menjawab pertanyaan Mansveltus dan dua orang guru lainnya menghampiri dirinya dan mendorong sampai jatuh,saat dirinya jatuh,ketiga guru PNS tersebut beramai-ramai menginjaknya hingga dirinya mengalami luka dibagian muka,kaki dan tangan.

Setelah diinjak,Korban menyelematkan diri menuju rumah orangtunya yang tak jauh dari lokasi sekolah tersebut,sambil dibantu oleh saudaranya.

Atas perbuatan dari ketiga guru tersebut terhadap Robertus Karo, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke polres Manggaraiuntuk dilakukan proses hukum. Robertus mengaku kesal atas perbuatan guru-guru tersebut dan tindakan yang dilakukan oleh Ronal Modas,mahasiswa STKIP Ruteng yang tidak memiliki kapasitas dalam rapat orangtua siswa,namun terlibat dalm insiden tersebut,(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru