oleh

Kejati NTT,Giring Mantan Bupati Alor Ke Rutan

RadarNTT.com,Kupang-Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) akhirnya mengirim mantan Bupati Alor Simeon Pally, tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Hibah di Kabupaten Alor tahun 2012-2013 senilai Rp 1, 6 miliar ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang, Selasa (9/6).

Kejati NTT, mengirim tersangka ke Rutan Klas II B Kupang setelah tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda NTT melakukan tahap dua atau penyerahan Barang Bukti (BB) tersangka ke jaksa penyidik Kejati NTT.

Kajati NTT, John W Purba, SH, MH melalui Aspidsus Kejati NTT, Gaspar Kase, SH kepada wartawan di Kejati NTT mengatakan bahwa tersangka ditahan dan di kirim ke Rutan Klas II B Kupang, usai tim penyidik Tipikor Polda NTT melakukan tahap dua di Kejati NTT.

Dijelaskan Gaspar, sebelum digiring ke Rutan Klas II B Kupang, tersangka diperiksa oleh penyidik Kejati NTT Hery Franklin, SH dan Emy Jehamat, SH. Tersangka didampingi kuasa hukumnya, Paul Seran Tahu, SH.

“Kejati NTT kirim mantan Bupati Alor, Simeon Pally tersangka korupsi dana Hibah senilai Rp 1, 6 miliar tahun 2012-2013 ke Rutan Klas II B Kupang setelah tim penyidik Tipikor Polda NTT lalukan tahap dua, “ katanya.

Sesuai pantauan wartawan di kejati NTT, tersangka diperiksa sejak pukul 15.00 Wita, hingga pukul 19.00 Wita. Usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, tersangka langsung dikirim ke Rutan Klas II B Kupang untuk ditahan.

Tersangka digiring menuju Rutan Klas II B Kupang menggunakan mobil tahanan Kejati NTT,dan didampingi puluhan keluarga tersangka di kejati NTT.

Selain mantan Bupati Alor Simeon Pally, Kejati NTT juga mengirim salah satu tersangka lainnya dalam kasus yang sama yakni mantan ketua ULP Kabupaten Alor, Abdul Djalal serta tersnagka lainnya yakni Melkizonberi selaku sekretaris.

Soal pelimpahan berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Gaspar menjelaskan bahwa tim penyidik Kejati NTT akan berupaya semaksimal mungkin untuk merampungkan berkas tersebut agar dikirim ke Pengadilan Tipikor Kupang, untuk segera disidangkan.

Dalam kasus dugaan korupsi dana hibah di kabupaten Alor tahun 2012-2013, negara mengalami kerugian sebesar Rp 360 juta. (*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru