oleh

Kepsek SDI Tuakau Jadi Tersangka DAK 2009

RadarNTT.com,Kupang-Kejaksaan Negeri Oelamasi menetapkan dua tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2009 berupa pembangunan ruang kelas SD Inpres Tuakau senilai Rp 320 juta.

Kasi Pidsus Kejari Oelamasi, I. G. Eka, SH kepada wartawan, Minggu (10/5) membenarkan adanya penetapan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi DAK tahun 2009 senilai Rp 320 juta di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur(NTT), dalam pembangunan ruang kelas untuk Sekolah Dasar Inpres (SDI)didaerah tersebut.

Dijelaskan Eka, untuk sementara tersangka yang baru ditetapkan Kejari Oelamasi yakni JM selaku kontraktor dan ZL selaku Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolas Dasar (SD) Inpres Tuakau Kabupaten Kupang. “Untuk sementara dua orang ditetapkan sebagai tersangka, berinisial JM dan ZL. ZL Kepala SD Inpres Tuakau,” kata Eka.

Tambah Eka, dari total nilai proyek sebesar Rp 320 juta itu, dana yang terserap cuma Rp 31 juta. Artinya, realisasi fisik cuma 10 persen. Lanjutnya ,pembangunan SDI Tuakau Jaksa dan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang telah melihat langsung ke lokasi.Kondisi fisik sekolah tersebut,hanya berdiri dinding beton tanpa atap dan tanpa lantai.

Tersangka JM, tambahnya, mengerjakan empat unit gedung sekolah. Tiga unit dikerjakan sampai rampung. Sedangkan yang bermasalah cuma SD Inpres Tuakau. “Untuk sementara dua tersangka dulu. Tim jaksa akan limpahkan agar perkara ini segera disidangkan.

Disinggung soal fakta ketrlibatan pihak lain,dirinya menjelaskan bahwa yang jelas dalam sidang,pasti akan terungkap keterlibatan pihak lain.”jadi ada kemungkinan penambahan tersangka,”ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya,ada empat paket proyek DAK Bidang Pendidikan tahun anggaran 2009 untuk dikerjakannya sendiri,dengan total nilai dari empat paket proyek tersebut sebesar Rp 1.320 miliar.

Empat paket proyek, tersebut berlokasi dibeberapa tempat,yakni satu paket pekerjaan di Kecamatan Amarasi, satu paket di Fatuleu Tengah, dan dua paket di Amfoang Barat Laut. (*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru