oleh

Kerja Keras, Sukseskan Provinsi Ternak Di NTT

RadarNTT.com-Kupang,-Pemerintah Provinsi NTT mencanangkan enam tekat,dan salah satunya adalah menjadikan NTT sebagai provinsi ternak,hal ini hanya sebagai tanda tanya begi masyarakat NTT,bila tidak dilandasi kerja keras dan kerja sama lintas sektor serta tidak melibatkan melibatkan para kepala daerah kabupaten kota,hal ini dikatakan oleh anggota komisi V DPRD NTT Yeni Verinika Deno saat dimintai keterangan oleh media ini dikupang.

Menjadikan NTT sebagai provinsi ternak,menurutnya, hanyalah wacana yang setiap tahun dianggarkan namun targetnya tidak maksimal,pasalnya belum adanya perubahan ekonomi masyarakat khususnya penerima manfaat secara signifikan,dengan demikian,dirinya meminta agar sistim dalam program tersebut harus dirubah,”harus rubah sistim yang selama digunakan.”ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan sebuah program tergantung pada sisitim yang bangun,kalau sistimnya tidak melibatkan lintas sektor atau pemerintah kabupaten kota,maka cita -cita ingin menjadi provinsi ternak hanya sebatas cerita rakyat saja,lebih lanjut dikatakannya,sisitim atau pola yang dipakai oleh pemerintah selama ini tidak maksimal dan tepat sasaran.

Dirinya mengkuatirkan kalau sisitim penggemukan sapi yang selama ini hanya biasa saja,maka kerjasama dengan pemerintah DKI dan Jawa Tengah akan menghadapi kendala yang dapat merugikan daerah ini,Dia mencontohkan persediaan lahan ternak maupun lahan pakan ternak di NTT cukup sulit,sementara keinginan beternak cukup tinggi.

Wanita berparas cantik ini,menceritakan kalau dirinya sering bertemu langsung masyarakat kelompok penggemukan sapi didaerah asal pemilihannya,banyak kendala yang dialami oleh kelompok masyarakat penggemukan sapi,misalkan terkait dengan pakan ternak,lanjutnya hal ini menjadi sangat sulit pada musim kemarau,juga soal penanganan terhadap penyakit,terkadang tindakan selalu terlambat,dengan demikian kebiasan ini yang hrus dirubah.

Istri Wakil Bupati Manggarai ini,berharap agar keterbukan dan kerjasama harus menjadi hal yang harus direalisasikan dalam bentuk tindakan nyatadalam kelompok masyarakat.Dia juga mengusulkan agar mengidentifikasi warga sebagai penerima manfaat program harus betul-betul diseleksi secara detail sesuai dengan kriteria yang sesungguhnya,sehingga tidak ada kecemburuan sosial dalam masyarakat.(*Ega)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru