oleh

Konsultan Pengawas Dituntut Dua Tahun Penjara

RadarNTT.com,Kupang-Hendrikus Laurensius Hean konsultan pengawas proyek pengadaan kapal angkutan penumpang pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Flores Timur (Flotim) tahun 2011 senilai Rp 1, 2 milyar, Kamis (4/6) dituntut selama 2 tahun penjara oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Larantuka.

Dalam tuntutan Erwin bertindak sebagai JPU mengatakan , terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan kapal di Dishubkominfo Kabupaten Larantuka.

Selain dituntut selama dua tahun penjara, JPU dalam tuntutannya menegaskan terdakwa wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta,dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut, setelah putusan hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan jabatan atau sarana yang melekat pada dirinya dengan mengakibatkan kerugian Negara.

Dalam kasus tersebut, JPU juga mengatakan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Sementara Anita selaku kuasa hukum terdakwa yang ditemui usai sidang mengatakan, dirinya selaku kuasa hukum terdakwa akan mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan JPU terhadap kliennya.

Untuk diketahui, pengadaan KM Sonata didanai oleh DAK tahun 2011 sebesar Rp 1,2 miliar. Pengadaan dua unit kapal tersebut dilakukan ketika Kabupaten Flotim dipimpin oleh Penjabat Bupati Muhammad Wongso.

Kapal tersebut kemudian digunakan untuk melayani transportasi manusia dan barang dengan rute pergi pulang Larantuka-Latanliwo (Tanjung Bunga) serta Larantuka-Ritaebang. Kapal yang melayani rute Larantuka-Latonliwo hanya berlayar beberapa kali. Kapal tersebut kemudian tenggelam di sekitar pantai Latonliwo setelah sebelumnya badan kapal rusak terkena batu karang. (*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru