oleh

KPU Belu Diminta Sosialisasikan Tahapan PILBUB

RadarNTT.com,Atambua-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu diminta untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu kepada seluruh masyarakat.

Proses tersebut dimaksudkan agar masyarakat Belu dapat mengetahui tahapan-tahapan Pilbup dan Wabup dari awal pelaksanaan sampai pada pencoblosan.

Ventje Jacobus Roman Abanit menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Posko Venna, Atambua, Rabu (29/4/2015).

Menurut Ventje, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati itu adalah pesta rakyat. Oleh sebab itu sebagai rakyat kami minta kesiapan KPU sebagai penyelenggara sejauh mana dengan tahapan-tahapan tersebut.

Terlepas dari kandidat paket Venna, Ventje mengaskan, dirinya juga berbicara atas nama rakyat Belu. Pasalnya, kesiapan pelaksanaan pesta demokrasi pilbup dan wabup yang dilaksanakan lima tahun sekali itu sangat penting.

“Kita yakin dan percaya lembaga penyelenggara sangat profesional. Kita hanya minta tahapan seperti yang ditetapkan dari pusat sejauh mana,” ucap balon Bupati Belu yang berpasangan dengan Bonafasius Bowe itu.

Lanjut dia, paket Venna juga meminta agar seluruh tahapan-tahapan pelaksanaan pilbup dilakukan secara transparan sehingga diketahui oleh publik. “Selain disosialisasikan proses persiapan pertandingannya, kita juga minta agar selalu dikawal supaya hajatan demokrasi ini berjalan aman dan damai,”ungkap Ventje.

Saat bersamaan Jubir KPU Belu Elizabeth Botha saat dikonfirmasi mengungkapkan, untuk sosialisasi tentang tahapan dan jadwal pilbup dan wabup, telah di persiapkan KPU untuk dilaksanakan sambil menanti pencairan anggarannya.

“KPU selalu transparan, karena setiap tahapan dari pilbup/wabup wajib di ketahui oleh masyarakat dan itu tugas kami sebagai penyelenggara,” tandas dia.

Diharapkan, dengan sosialisasi itu seluruh masyarakat dapat melaksanakan hak politiknya dengan bertanggungjawab. Karena satu suara menentukan masa depan seluruh masyarakat di Kabupaten Belu. “Jadi setelah mengetahui hak dan kewajibannya lewat sosialisasi, masyarakat dapat memahaminya dan sadar untuk menggunakan hak politik masing-masing,”kata Botha.(*sumber:nttonline)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru