oleh

Lantaran Suami Cuci Pakian,Istri Dihajar Hingga Babakbelur

RadarNTT.com-Kupang,-Pertahankan wibawa sebagi suami dan kepala rumah tangga, ternyata jadi ajang pertarungan dalam rumah tangga,ego seorang suami terkadang tidak melihat sikon,istri menjadi korban luapan emosional hingga babakbelur.

Peristiwa pemukulan terhadap istri kerap terjadi,terkadang diakibatkan karena persoalan yang sangat masuk diakal,namun beda dengan yang terjadi di RT 06 RW 02 kelurahan Naimata Kota Kupang Nusa Tenggata Timur(NTT),lucu tapi tragis.

“Pak RT,saya dipukul oleh (TF)suami saya barusan, hanya karena dia cuci pakiannya dua potong,saya dijotos beberapa kali hingga jatuh dan pingsan,saya melapor kepada pak RT sebagai petua dilingkungan ini ,” ungkap BT,Minggu 01/3

BT menceritakan kronologi peristiwa yang menimpa dirinya, bermula sekitar pukul 6.30 wita,BT menerima panggilan via telpon genggam dari saudaranya di Kalimantan, sementara inisial TF suami BT masih lelap dalam kepulasan.

Perbincangan BT via telpon dengan saudaranya semakin alot, lantaran rindu dan kangen terhadap saudara itu hal yang lumrah bagi siapa saja,karena BT takut suaminya terbangun oleh kebisingan keduanya telpon,maka BT memilih untuk mengambil jarak sekitar 50 meter dari rumah.

Saat usai telpon,kata BT,diapun balik kerumah,dan sesampainya dirumah dia melihat TF suaminya sementara cuci bajunya dua potong,lanjutnya, TF menganggab BT sebagai suami,lantaran pakiannya dicuci sendiri.”kau yang jadi laki saja, biar saya jadi istri,sehingga pakian saya yang cuci,”tutur BT.

BT mencoba untuk menenangkan amarah sang suami dengan mengatakan,selasai gereja baru dirinya akan mencuci pakian tersebut,namun sayangnya suami tidak menghiraukan ungkapan sang istri,malah melakukan hal yang tidak kriminal terhadap sang istri.

Sesaat kemudian TF langsung melayangkan tinju beberapa kali pada bagian kepala BT hingga pingsan. Karena tidak puas dan hal ini sudah sering dialami oleh BT,maka BT melaporkan kejadian tersebut kepada ketua.

TF ,suami BT yang kesehariannya bekerja sebagai guru honorer disalah satu sekolah dasar diKota Kupang,selain sebagai guru ,TF juga bekerja disalah satu lembaga anti korupsi yang NTT,sementara BT hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu melayani kebutuhan suami setiap saat.

“Saya dipukul bukan baru kali ini,sudah berulang kali dan kesabaran saya sebagai istri dan harga diri sebagai perempuan saya harus laporkan hal ini,”ujarnya.

Ketua RT 06 RW 02 kelurahan Naimata Rinto Selan menerima laporan tersebut dan akan diproses secara kekeluargaan.”kita akan panggil suami ibu,dan urus secata keluarga,”kata Selan.

BT menduga TF memiliki WIL,karena perilaku TF kelihatan aneh.bahkan semua hal jadi serba salah.(*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru