oleh

Mantan Kabinsos TTS Dituntut Dua Tahun Penjara

RadarNTT.com,Kupang- Marthinus Tafui selaku mantan Kabinsos Setda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2009-2010 di Kabupaten TTS, dituntut selama dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kamis 28/5

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin Majelis Hakim, Ida Bagus Dwyantara didampingi dua hakim anggota masing-masing, Jult Lumban Gaol dan Anshyori Saefudin,sementaraTerdakwa didampingi kuasa hukumnya, Errick Mamoh, SH cs,serta Turut hadir JPU, Arry Verdiana, SH.

Dalam tuntutan JPU mengatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana Bansos kabupaten TTS tahun 2009-2010 lalu, dengan cara melawan hukum menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu koorporasi dengan menggunakan sarana yang ada padanya atau jabatan yang melekat padanya.

Selain dituntut selama dua tahun penjara, terdakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut maka akan diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Dalam tuntutan juga JPU juga menjelaskan bahwa dana bansos yang dikeluarkan terdakwa hanya melalui memo yang berasal dari mantan Wakil Bupati (Wabup) TTS, Beny Litelnoni tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu oleh terdakwa.

Selain dituntut selama dua tahun penjara, serta denda Rp 50 juta, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian Negara sebesar Rp 176 juta.

Ditegaskan JPU, jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut setelah putusan hakim berkekuatan tetap,maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru