oleh

Mantan Kepala BRI Unit Oepura,Diduga Kuat Terlibat Kasus BSPS

RadarNTT.com,Kupang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang saat ini sedang memperdalam dugaan keterlibatan mantan Kepala BRI Unit Oepura, Muhamad Yasim terkait kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2014 senilai Rp 1, 8 miliar di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur(NTT)

Kasi Pidsus Kejari Kupang, Tedjo L Sunarno, SH, M.Hum kepada wartawan, diruang kerjanya mengatakan saat ini tim penyidik sedang mendalami dugaan keterlibatan mantan kepala BRI Unit Oepura, Mumahad Yasim terkait kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2014 senilai Rp 1, 8 milyar di Kota Kupang, Senin 8/6

Dijelaskan Tedjo, tim penyidik Kejari Kupang mendalami keterlibatan Yasim dalam proses pencairan dana untuk dilakukan pembayaran dalam kasus BSPS tahun 2014 untuk penerima bantuan di Kelurahan Oepura dan Sikumana.

“Sekarang tim penyidik sedang dalami dugaan keterlibatan Muhamad Yasim saat menjabat sebagai kepala BRI Unit Oepura terkait kasus BSPS tahun 2014 senilai Rp 1, 8 milar di Kota Kupang, ” katanya.

Tim penyidik mempelajari kasus tersebut yakni keterlibatan Yasim dalam proses pencairan yang dilakukan oleh Teller Bank BRI Unit Oepura. Lanjutnya,sesuai aturan yang berlaku dana tersebut seharusnya dicairkan sebanyak dua kali, namun faktanya dilakukan hanya sekali saja dan itu dilakukan pencairan secara keseluruhan oleh Teller. Namun,katanya, untuk lebih jelasnya,sambung Tedjo,penyidik masih memperdalam soal pencairan dana tersebut yang sudah melangkahi aturan.

Untuk itu, tambah Tedjo, tim penyidik masih terus melakuka pendalaman soal mekanisme pencairan dana BSPS Tahun 2014 senilai Rp 1, 8 miliar oleh BRI Unit Oepura. Namun, jika pencairan dilakukan sekali oleh pihak BRI Unit Oepura berdasarkan perintah pusat, maka secara otomatis pusatlah yang bertanggungjawab,dan jika perintah harus dilakukan pencairan dua kali, maka mantan Kepala BRI Unit Oepura harus bertanggungjawab.(*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru