oleh

Masyarakat Keluhkan Terminal Bayangan dikota Ruteng

RadarNTT.com-Ruteng,-Semakin menigkatnya jumlah kendaraan yang beroperasi di wilayah kota Ruteng kabupaten Manggarai,Nusa Tenggara Timur(NTT)menyebabkan sebagian ruas jalan dijadikan terminal bayangan, sebagai tempat parkir untuk menaikan dan menurunkan penumpang didaerah itu.

Tokoh masyarakat kerularahan Pitak,kecamatan Langkerembong berinisial FN, keluhkan hal tersebut saat dijumpai media ini,dia menuturkan hampir setiap pagi sejumlah kendaran mangkal di sepanjang ruas jalan utama depan toko Pasifik sampai dipersimpangan toko Safari.

“Gara-gara banyaknya kendaran parkir diruas jalan ini,terkadang kegiatan jadi terhambat seperti para pembeli yang ingin belanja ditoko menjadi sulit,bahkan para pemilik toko memarkirkan kendaraan pribadinya saja tidak bisa,dan terkadang arus lalulintas menjadi macet bahkan sering terjadi kecelakaan lalulint,”ungkapnya.Selasa 10/3

Dirinya sebagai Tokoh masyarakat menegaskan bahwa, budaya mental enak seperti ini jangan dipelihara apalagi dilindungi,bila perlu pemerintah harus bertindak tegas terhadap pemilik maupun pengemudi kendaraan tersebut,sehingga kota Ruteng jangan dijadikan terminal bayangan oleh oknum yang tidak paham terhadap Peraturan pemerintah daerah soal lokasi parkir.

Disisi lain,tambahnya,Pemda Manggarai melalui dinas perhubungan kabupaten Manggarai, telah mengeluarkan surat pengaturan lokasi parkir dengan nomor :550/380/dishubkominfo/IX/2014, yang salah satu poinnya menjelaskan semua jenis kendaraan dilarang menggunakan ruas jalan pasar sebagai tempat parkir dengan titik awal depan toko Pasifik samapai dengan titik akhir persimpangan tokoh Safari.

Dirinya mengaku bahwa,dinas perhubungan setempat melakukan pengawasan sesuai ketentuan pada surat edaran berupa larangan berparkir ditempat tersebut,ternyata hal ini kurang maksimal dalam pelaksanaannya,pasalnya sesuai pantauan masyarakat sekitar lokasi tersebut, petugas dari dinas terkait,hanya tiga hari saja melakukan penertiban dan penjagaan di tempat itu,selanjutnya dibiarkan kendaraan terus menumpuk seperti sampah yang belum dipungut.

Lebih lanjut dikatakannya,aktivitas bongkar muatan barang dilokasi tersebut,sungguh sangat sulit bahkan kendaran pribadi pemilik tokoh disekitar ruas jalan tersebut sulit untuk parkir di garasi,sementara pembeli yang hendak berbelanja sangat sulit untuk masuk ke pertokoan,lanjut FN,pihaknya pernah menegur beberapa sopir namun jawaban mereka,sangat menantang bahkan kalau diladeni akan terjadi keributan.

Dirinya berharap,Dishubkominfo dan Polantas kabupaten Manggarai bisa bekerja sama untuk tertibkan mobil yang menggunakan ruas jalan sebagai terminal bayangan.(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru