oleh

Maximus Gasa :Pengalaman Emperik Siap Bertarung Pilkada Mabar

-Daerah, News-103 views

RadarNTT.com,Labuan Bajo-Bekal Pengalaman emperik dalam birokrasi menjdi acuan serta indicator untuk maju bertarung dalam pilkada Manggarai Barat (Mabar)pada periode yang akan datang,demikian tekad Maximus Gasa calon Bupati Manggarai Barat,saat ditemui media ini dikediaman Yance Janggat,17/5

Segudang pengalaman dalam birokrasi pemerintah yang cukup mapan,serta memiliki relasi yang menjanjikan ,baik vertiakal maupun horisintal,hal inilah yang membuat dirinya lebih percaya diri dan optimis untuk memimpin Manggarai Barat pada periode berikutnya.Dengan demikian pengalaman yang cukup menjanjikan tersebut, membuat dirinya siap bertarung dalam momen Pilkada Mabar,demi melayani masyarakat Manggarai barat.

Gasa menceritakan soal pengalamannya, bahwa sejak tahun 2003-2009 menjabat sebagai Kepala Dinas PPKAD,lalu kemudian menjadi Asisten Dua Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Manggarai Barat membidangi Ekonomi dan Tata kelola Pemerintahan.Berangkat dari pengalaman serta prestasi tersebut membuat karinya lonjak hingga tahun 2010-2015,masyarakat Manggarai Barat mempercayakan dirinya menjadi orang nomor dua didaerah itu (Wakil Bupati red).

Maximus menambahkan, Mabar merupakan daerah yang miliki potensi sangat luar biasa,namun belum maksimal dalam pengelolaannya,dirinya mengakui bahwa semua itu terbentur pada sebuah kebijakan seorang kepala daerah (Bupati). Lanjutnya,pengambil kebijakan dalam hal ini Bupati tidak mengakomodir ide atau gagasan yang bersifat inovatif.”walaupun kita mempuyai ide dan gagasan besar dalam mendesain Mabar, tetapi hal tersebut tidak tepat orang dan waktunya sehingga Mabar masih dalam tataran diam ditempat,”ungkap Gasa.

Lebih lanjut dikatakanya,pembangunan infrastruktur Mabar tidak merata,misalkan empat kecamatan yang sejauh ini kondisi jalannya sangat memprihatinkan,berkali-kali hal ini disampaikan, namun pemangku kebijakan berhedak lain,inilah sprit saya sehingga maju dipilakada Desember mendatang.

Ia juga menjelaskan,dari aspek pembangunan terlihat jelas didominasi oleh kepentingan konstituen sehingga penyebaran program pembangunan hanya pada daerah tertentu,kalau hal ini tidak diubah maka jangan harap Mabar akan menjadi sebuah daerah yang mampu bersaing ditingkat Nasional.lebih dari itu,Mabar merupakan daerah wisata yang sudah dikenal oleh mance Negara,sayangnya,pemangku kebijakan kurang memandang dan memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

Kabupaten Manggarai Barat, kata Gasa, bisa berubah,jika kepentingan pribadi ditinggalkan dan kesusksesaan pembangunan harus melibatkan pemerintah,dunia usaha dan masyarakat,tiga hal ini merupakan tiang penopang yang bisa membawa Mabar kearah yang lebih baik.(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru