oleh

Nama Mantan Wabub TTS,Kembali Disebut Dalam Persidangan

RadarNTT.com,Kupng-Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosil (Bansos) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (4/6)

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi itu dipimpin majelis hakim, Ida Bagus Dwyantara, SH didampingi dua hakim anggota masing-masing, Jult Lumban Gaol dan Anshyori Saefudin, SH.

Terdakwa Yakwilina Oematan didampingi kuasa hukumnya, Beny Rafael, SH, Liven Rafael, SH dan Edy Djaha, SH. Turut hadir JPU, Gery Gultom, SH dan Sumariartha, SH.

Marthinus Hau dalam sidang mengaku dirinya pernah menjadi tim sukses bupati dan wakil bupati Paul Mella dan Benny Litelnoni. Selain itu, dirinya tidak pernah menerima dana Bansos pada 18 Mei 2010, sebesar Rp 9 juta. Serta dirinya tidak pernah ajukan permohonan permintaan bantuan, namun ada namanya dan nominal uang yang diterima. Bahkan, tandatangan yang ada di kwuitansi pembayaran bukan tandatangan saksi.

Sementra saksi Jhon Edward Siprianus Sakan mengaku pernah mendapat uang sebesar Rp 5 juta dari Benny Litelnoni yang saat itu menjabat sebagai wakil bupati TTS. Dirinya juga mengaku bahwa dana senilai Rp 5 juta itu, diperoleh tanpa adanya pengajuan proposal dari dirinya.

Dirinya juga mengaku, uang memang diterima tapi tandatangan di kwuitansi bukanlah tandatangannya.Uang itu diberikan wabup TTS karena dirinya pernah menjadi tim pemenangan bupati dan wakil bupati. Uang tersebut,lanjutnya, digunakan membeli sapi satu ekor untuk pesta rakyat,dan pesta rakyat itu sendiri terlaksana atas inisiatif wabup dan panitia.

Saksi Theofilus Yonathan Selan juga mengaku dirinya pernah menerima uang sebesar Rp 10 juta untuk kegiatan konfrensi di Jakarta,saksi Daud Besi, mengaku menerima uang dari wabup TTS ketika pelaksanaan sidang klasis tahun 2010 sebesar Rp 2 juta. (*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru