oleh

NTT Termasuk 15 Besar Penyandang Disabilitas

RadarNTT.com-Kupang,-15 persen penduduk dunia merupakan penyandang disabilitas dan sekitar 80 persen tinggal di negara berkembang dan 785 juta merupakan usia produktif di NTT termasuk 15 besar penyandang disabilitas,hal ini dikatakan oleh Ketua permata indonesia Paulus Manek saat workshop, di Hotel Grenia Kupang, Jumat 27 Maret 2015.

Menurutnya, 785 juta orang penyandang Disabilitas merupakan usia produktif dari 15 – 59 tahun. Tingkat penyandang disabilitas meningkat secara global karena pertambahan usia dan kondisi kesehatan kronis dan dunia. Penyandang disabilitas merupakan kelompok minoritas terbesar dan semua orang akan mengalami dalam hidupnya seiring bertambahnya usia.

Memajukan, melindungi, menjamin kesamaan hak dan kebebasan yang mendasar bagi semua penyandang disabilitas sebagai bagian yang tak terpisahkan,hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Pergeseran paradigma penyandang disabilitas tidak dilihat sebagai obyek belas kasihan tetapi sebagai subyek yang berhak memperoleh haknya membuat keputusan yang bebas.

“Hak-hak dan konversi penyandang disabilitas kesamaan didepan hukum tanpa diskriminasi (pasal 5), kebebasan berekspesi dan berpendapat (pasal 21), hak menghormati integritas mental dn fisik (pasal 17). Situasi diasbilitas dalam kehidupan disabilitas yaitu masyarakat, paradigma, Stigama, diskriminasi, kesetaraan penerimaan, “ujarnya.

program kegiatan 2016 yang pro disabilitas yakni Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma kegiatan,Fasilitas pemberian bahan makan bagi anak yatim dan orang cacat luar asrama dan dalam asrama, rehabilitasi penyandang cacat dan penyakit kejiwaan, penyedian guru untuk kelas inklusif, pendidikan dan pelatihan bagi penyandang disabilitas, fasilitas alat bantu bagi penyandang disabilitas, rehab bagi penyandang disabilitas dengan syarat teknis tanah milik sendiri dan harus bersertifikat, dana pemberdayaan ekonomi 500 juta perkelurahan, raskin daerah, bea siswa miskin, BKS ,uang duka. Interfensi propinsi melalui APBD I

“Peningkatan kapasitas pendampingan penyandang disabilitas masalah kesejahtran sosial, bantuan modal usaha penyandang cacat harus ajukan proposal, “ujarnya.(*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru