oleh

Oknum Anggota Polda NTT Terseret Kasus Korupsi, Bakal Disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang

Radar NTT. Com, Kupang – Brigpol Edy Santoso Tamolong Terseret kasus dugaan korupsi dan Bakal Akan sidangkan dipengadilan Tipikor Kupang, setelah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana operasional Tahun anggaran 2013 senilai 400 juta di polda NTT.

Hal tersebut disampaikan Tedjo L Sunarno, SH, M.Hum Kejari Kupang bahwa Kasus Brigpol Edy Tamolong telah dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang, Senin (22/6) sekitar pukul 13.00 Wita ke pengadilan tipikor kupang untuk disidangkan dalam waktu terdekat.

Kasus dugaan korupsi dana operasional tahun 2013 senilai 400 juta tersebut, telah melibatkan Anggota polisi pada Bendahara Satuan (Bensat) Direskrimsus Polda NTT, Brigpol Edy Santoso Tamolong.
Kasi Pidsus Kejari Kupang, Tedjo L Sunarno, SH, M. Hum kepada wartawan, Senin (22/6) mengatakan kasus dugaan korupsi dana Operasional tahun 2013 senilai Rp 400 juta di Polda NTT yang melibatkan Brigpol Edy Tamolong telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Disampaikan Tedjo, pelimpahan berkasa itu diterima langsung Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Dance Sikki, SH diruang kerjnya pada pukul 13.00 Wita.

Tedjo Menyampaikan, pelimpahan itu dilakukan oleh penyidik Kejari Kupang bersama barang bukti (bb) dari kasus itu. Terkait dengan jadwal sidang, Tedjo menerangkan bahwa mengenai jadwal sidang nantinya ditentukan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Namun, diperkirakan sidang akan digelar pada pekan depan setelah dilakukan penetapan oleh Pengadilan Tipikor Kupang. Tapi kemungkinan besar itu sidangnya minggu depan, setelah ada penetapan, “ terang Tedjo.

Untuk diketahui, Brigpol Edy Tamolong selaku Bendahara Satuan (Bensat) Reskrimsus, telah melakukan penggelapan dana operasional TA 2013 senilai Rp 400 juta. Modus operandinya, yaitu dengan mencairkan dana tanpa sepengetahuan direktur Reskrimsus, kemudian menggunakan dana itu untuk kepentingan pribadi. Kasus ini terungkap saat semua Subdit di Reskrimsus hendak mengajukan dana operasional dan ternyata dana tersebut sudah habis. Pada pencairan dana itu, Brigpol Edy diduga memalsukan tanda tangan pimpinannya, kemudian mengajukan pencairan ke KPPN untuk mendapatkan SP2D guna pencairan di bank. (R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru