oleh

Pemkot Diminta Hentikan Pembangunan di Belakang Hotel Kristal

RadarNTT.com,Kupang,-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang diminta menghentikan pembangunan di daerah pesisir pantai tepatnya di belakang Swissbelin Cristal Hotel di Kelurahan Pasir Panjang.Pembangunan itu menyebabkan akses masyarakat terhambat,hal ini dikatakan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kota Kupang Adrianus Talli senin 20 April 2015

Hasil pantauan langsung pembangunan di lokasi oleh Komisi I DPRD Kota Kupang membuahkan kekecewaan, dirinya sangat menyesalkan langkah manajemen hotel yang membangun sampai ke luar dari batas pagar hotel. Bahkan, dengan menumpuk material di luar pagar mengakibatkan mempersempit ruang gerak masyarakat.

Karena itu, dia mengharapkan Pemkot harus segera memerintah Satpol PP dan Dinas Perumahan Rakyat dan Tata Ruang Kota Kupang untuk turun ke lokasi dan menegur manajemen hotel agar menghentikan aktivitas pembangunan tersebut.

Menurutnya, aktivitas tersebut sangat menghambat akses masyarakat sekitar. Karena, lokasi sepanjang 200 meter itu merupakan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk bermain dan olahraga.

Ia juga meminta warga sekitar untuk mengadukan secara resmi persoalan itu ke lembaga Dewan, agar dapat disikapi secara kelembagaan. Dengan pengaduan resmi, Dewan dapat memanggil pemerintah dan manajemen hotel agar membahas persoalan tersebut.

Sementara itu Ketua RT 03, RW 01, Kelurahan Pasir Panjang Semi Stevanus di lokasi pembangunan,mengatakan, persoalan pembangunan di luar batas pagar hotel itu sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2008. Namun, saat itu warga memprotes, sehingga pembangunan dibatalkan.

Semi mengaku, saat ini pihak hotel tanpa melalui pendekatan dengan RT dan warga sekitar,dan manajemen hotel kembali menyuruh tukang membangun di daerah pesisir pantai. Pembangunan sudah keluar tiga meter dari batas pagar.

Padahal, area itu sering dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk bermain dan keluar masuk. Namun, dengan aktivitas pembangunan itu, telah menghambat akses masyarakat. “Kami sudah laporkan ke Dewan sehingga kami harap dapat disikapi,” katanya.

Warga RT 03, RW 01 Bedi Ndolu mengatakan, kalau dibiarkan suatu saat akan dimanfaatkan terus oleh Swissbelin Cristal Hotel dan akan digeser terus ke pinggir pantai tanpa izin pemerintah. Hal itu, menurutnya akan semakin mempersempit ruang gerak bagi masyarakat. “Dulu sempat dipagari sampai di luar batas pagar, tapi setelah dipersoalkan masyarakat dan pagar dipatah akhirnya mereka bongkar,” katanya.(*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru