oleh

Penjabat Bupati Belu: Akui Ada modus tipu Jual Beras Oplosan Delapan Ton

Radar NTT. Com, Atambua – Penjabat Bupati Belu Drs. Wilhemus Foni Msi, mengakui ada modus penipuan penjualan beras oplosan sebanyak delapan ton di salah satu toko penjual bahan sembako di pasar lama kota Atambua Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan setelah Penjabat Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni Msi, melakukan sidak dadakan langsung terhadap harga dan jenis bahan sembako di sejumlah toko di pasar lama dan pasar baru kota Atambua , Sabtu/30/05/15.

Wilhem mengatakan beras oplosan yang dijual sangat buruk kualitasnya. Apabila dilihat secara kasat mata dari kemasannya, menunjukan kualitas tinggi. Tetapi bila berasnya diteliti secara serius kualitas sangat buruk dan tidak layak dijual, bahkan tidak layak dikonsumsi. Pasalnya beras tersebut dikemas dengan pembalut yang bermerk tinggi. Dan menurutnya hal itu sangat merugikan konsumen dan masyarakat. Tuturnya.

Sementara Kapolres Kabupten Belu AKB Radja Sinambela yang turut hadir ketika dimintai tanggapannya mengakui bahwa beras itu, tidak layak dijual karena kualitasnya rendah dan buruk. Ia mengatakan bahwa penjualan beras oplosan tersebut termasuk modus penipuan untuk mendapat keuntungan, sehingga menurutnya pihak penjual beras akan dipanggil untuk diminta keterangan pertanggung jawaban secara perbuatan hukum.

Pantaun wartawan Radar NTT, beras oplosan dengan modus penipuan yang dibalut dengan kemasan yang bermerk tinggi berhasil disidak Forkopminda dan Penjabat Bupati Belu di salah toko penjual bahan sembako, yang pemilik toko berinisial JR.

Disebutkan yang ikut hadir dalam sidak tidak saja Penjabat Bupati Kabupaten Belu dan Kapolres Kabupaten Belu tetapi hadir juga Kadis Diseperindag Kabupaten Belu Ir. Florianus Nahak Msi, dan unsur TNI dari kabupaten Belu. (nus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru