oleh

PPK MBR Kabupaten Kupang Dituntut Dua Tahun Penjara

RadarNTT.com,Kupang-Carlos Nisnoni, Pejabat Pembuat Komitmn (PPK) terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah cetak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2012 senilai Rp 700 milyar, Senin (8/6) dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Oelamasi di Pengadilan Tipikor Kupang.

Menurut JPU, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan melakukan perbuata melawan hukum menyalahgunakan jabatannya atau sarana yang ada padanya dengan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang membuat kerugian keuangan negara.

Selain dituntut dua tahun penjara, terdakwa didwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut setelah putusan majelis hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tinkda pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada kuasa hukum terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU pada sidang yang akan digelar pada pekan depan.

Nikson Mesakh selaku kuasa hukum terdakwa yang ditemui usai sidang menyatakan bahwa dirinya sebagai kuasa hukum terdakwa akan mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU terhadap terdakwa pada sidang berikutnya.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin majelis hakim, Ida Bagus Dwyantara, SH, MH didamping dua hakim anggotanya masing-masing, Jult Lumban Gaol dan Anshyori Saefudin. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Nikson Mesakh. Turut hadir JPU, Emy Jehamat dan Christin.(*R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru