oleh

Rapat Pembinaan Mitra,Ciptakan Tertib Berlalulintas

RadarNTT.com,Ruteng- Kenyamanan,ketertiban serta keselamatan berlalulintas merupaka dambaan bagi seluruh masyarakat,serta jadi kebanggaan pemerintah.Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Pemerintah Daerah(Pemda) kabupaten Manggarai melalui Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) gelar rapat dengan tujuan memberi kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kenyamanan berlalulintas di daerah itu.

Kepala Bidang perhubungan darat Dishubinfokom kabupaten Manggarai Kanis Jandi mengatakan,kehadiran dishubinfokom berlandaskan undang-undang nomor 22 tahun 2009 lalulintas dan jalan raya dan dituangkan juga dalam Peraturan Daerah (Perda)nomor 1 tahun 2012 tentang penyelengaraan angkutan dan jalan raya.

“Kehadiran kami merupakan amanat undang-undang,sepantasnya kita semua patuh dan taat terhadap peraturan yang berlaku,jika diri kita menyadari dan memahami hal tersebut maka tidak ada persoalan terkait dengan berlalulintas,”kata Kanis.

Ia menambahkan, dalam undang-undang tesebut mengatur tentang tugas dan kewajiban dinas terkait,mengatur tentang hak dan kewajiban para sopir dan pemilik kendaraan dan mengatur tentang rambu-rambu lalulintas.

Kerja sama stakeholder sangat dibutuhkan dalam menciptakan kabupaten yang bebas dari persoalan lalulintas,dengan demikian dirinya berharap agar pihaknya tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi persoalan lalulintas di Manggarai.

Pada tempat yang sama Kepala Bidang Perizinanan Silvester Longos menjelaskan jumlah kendaraan dikabupaten Manggarai sampai pada tahun 2013 berjumlah 33.484 denngan pertumbuhan rata-rata 60 ribu per tahun

Melihat pertumbuhan kendaraan yang signifikan tersebut,maka perlu adanya penataan kota Ruteng secara baik dan tepat sasaran,seperti membangun terminal sebagai tempat transitnya kendaraan khususnya angkutan penumpang,sehingga area pertokoan tidak dijadikan tempat mangkal untuk mencari penumpang dengan demikian tingkat kemacetan tidak jadi persoalan yang luar biasa di Kota Ruteng.

Dirinya juga berharap agar kesadaran masyarakat berlalulintas menjadi indikator tercapainya daerah yang nyaman,tertib berlalulintas.

Soal legalitas kendaraan yang beroprasi di Kota Ruteng dirinya mengakui, bahwa sejauh ini masih banyak kendaraan beroprasi tanpa izin trayek,sementara dalam pasal 19 Perda nomor 1 tahun 2012 menjelaskan bahwa setiap kendaraan wajib memiliki surat izin trayek.(*chn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru