oleh

Setelah Diperiksa, Tersangka Kasus Dermaga Langsung Ditahan

RadarNTT.com-Kupang-Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Jhon W Purba, SH memastikan semua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Bakalang, Kabupaten Alor, dan Pamakayo, Kabupaten Flores Timur provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) tahun anggaran 2014 total nilai Rp 43 milyar akan ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dan berkasnya dinyatakan lengkap.

Dijelaskan Purba, saat ini BPKP NTT sedang melakukan perhitungan kerugian Negara atas kasus dugaan korupsi tersebut. Setelah didapatkan hasil perhitungan kerugian Negara dari BPKP NTT akan dilakukan pelimpahan tersangka serta barang bukti.

“Saat ini perhitungan kerugian negara dari BPKP belum ada,jika itu sudah ada maka akan dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti maka kami langsung melakukan penahanan keenam tersangka, “ kata Purba.

Menurutnya dari enam tersangka tinggal satu orang yang belum diambil keterangannya sebagai tersangka. Lima tersangka lainnya sudah diambil keterangan,yakni dua kontraktor, dua konsultan pengawas dan satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang merangkap dua proyek. “Untuk lima tersangka semua sudah kami ambil keterangannya sebagai saksi dan tersangka. Tinggal satu yang belum datang bernama Mardjuki,” ungkap Purba.

Untuk pemeriksaan lanjutan para tersangka, kata Purba, penyidik akan meminta nomor rekening bank dan data harta bendanya,diharapkan para tersangka jujur agar bisa rampas untuk negara dan untuk pengembalian kerugian negara.

Disinggung soal kasus ini dikembangkan menjadi tindak pidana pencucian uang, Purba mengatakan akan melihat aliran dananya dan siapa-siapa saja yang terlibat dalam proyek ini. Dengan demikian penyidikan dapat dilakukan secara radikal dalam arti sampai ke akar-akarnya. (*tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru